Saham WIFI Ambles 24%, Namun Prospek Ekspansi dan Valuasinya Masih Bertahan di Level Premium
- Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) turun sekitar 24% sejak awal tahun, meski kinerja operasional dan ekspansi bisnis tetap berjalan.
- Sejumlah analis mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga di atas level pasar saat ini, menilai valuasi masih premium didukung prospek pertumbuhan broadband dan FWA.
- Investor menantikan katalis berikutnya, termasuk realisasi ekspansi jaringan, peluncuran layanan baru, dan rilis laporan keuangan kuartal I 2026.
Pergerakan saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk alias WIFI di Bursa Efek Indonesia (BEI) kini menjadi sorotan pelaku pasar setelah harga sahamnya tertekan tajam meski fundamental bisnis dan valuasi perusahaan tetap dipandang premium oleh sejumlah analis. Sejak awal tahun 2026 hingga pertengahan Februari, harga saham WIFI tercatat turun sekitar -24,6% secara year-to-date (YtD), berbalik dari reli kuat di akhir 2025 yang sempat membawa saham ini melambung dalam beberapa bulan terakhir. (PT.Kontan Grahanusa Mediatama)
Tekanan harga ini datang di tengah dinamika pasar yang lebih luas, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat bergerak variatif di awal tahun dengan sentiment global dan domestik yang belum stabil, termasuk sentimen MSCI yang memukul saham-saham konglomerasi dan teknologi kecil. Penurunan harga WIFI juga terjadi paralel dengan fluktuasi indeks telekomunikasi yang belum menunjukkan tren jelas di awal 2026. (PT.Kontan Grahanusa Mediatama)
Meski begitu, banyak analis pasar tetap menilai prospek jangka menengah saham WIFI menarik. Menurut data konsensus analis terbaru, target harga rata-rata dalam 12 bulan ke depan bagi saham WIFI diperkirakan berada di kisaran IDR4.500–IDR5.750, jauh di atas harga pasar saat ini, dengan rekomendasi keseluruhan Strong Buy dari mayoritas rumah riset. Ini mencerminkan potensi kenaikan signifikan bila perusahaan berhasil mengeksekusi ekspansi usaha dan meningkatkan monetisasi layanan digitalnya. (investing)
Beberapa lembaga riset sebelumnya telah secara eksplisit merekomendasikan beli untuk saham ini, mencatat valuasi EV/EBITDA yang kompetitif dan potensi pertumbuhan pendapatan dari lahan bisnis baru seperti Wi-Fi 7 dan pengembangan jaringan broadband dengan kapasitas lebih tinggi di berbagai kota besar. Target harga sebesar IDR4.000 per saham pernah dirilis oleh salah satu sekuritas sebagai bagian dari rekomendasi BUY pasca peluncuran layanan Wi-Fi terbaru mereka. (Bareksa)
Bagaimana dengan kinerja fundamentalnya? Laporan keuangan terbaru menunjukkan tren pendapatan dan laba yang membaik, termasuk pertumbuhan pendapatan usaha bersih hingga dua digit pada kuartal III-2025 serta peningkatan laba bruto dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ini mengindikasikan operasional perusahaan terus berkembang meski biaya ekspansi juga meningkat. (pasardana)
Katalis yang sering disebut dalam riset adalah potensi akuisisi jaringan broadband besar, proyek spektrum frekuensi yang dimenangkan perusahaan, serta rencana peluncuran layanan Internet Rakyat berbasis teknologi Fixed Wireless Access (FWA) di kuartal pertama 2026 yang diproyeksikan dapat memperluas basis pengguna dan meningkatkan pendapatan berulang. (katadata)
Di sisi pasar yang lebih luas, investor juga mencermati dinamika sektor telekomunikasi yang kini menghadapi tantangan kompetisi harga dan potensi peningkatan Average Revenue Per User (ARPU) seiring pemulihan permintaan layanan digital. Beberapa analis sektoral memandang bahwa kemampuan perusahaan seperti WIFI untuk meningkatkan penetrasi layanan digital akan menjadi penentu utama kinerja saham mereka di tengah persaingan industri yang ketat. (kontan)