Pendapatan Melesat Satu Digit, Laba ACES Merosot Dua Digit di Tengah Tekanan Biaya dan Daya Beli

1588093682
  • Pendapatan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) naik tipis satu digit, namun laba bersih turun sekitar 25% akibat tekanan biaya dan ekspansi.
  • Kenaikan beban operasional dan biaya ekspansi gerai baru menggerus margin, di tengah daya beli konsumen yang masih lemah.
  • Analis cenderung beri rating “hold”, dengan fokus pasar ke pemulihan margin, pertumbuhan penjualan toko sejenis, dan efektivitas strategi ekspansi.
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) membukukan kinerja yang kontras sepanjang tahun buku 2025, di mana pertumbuhan pendapatan yang masih mencatatkan kenaikan tipis justru berbanding terbalik dengan penurunan laba bersih yang cukup dalam. Berdasarkan laporan keuangan tahunan yang dirilis melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, penjualan bersih ACES tercatat mencapai sekitar Rp8,63 triliun, naik sekitar 0,6% secara tahunan (year-on-year). Namun, laba bersih perusahaan anjlok sekitar 25% menjadi Rp668,7 miliar dibandingkan Rp892 miliar pada tahun sebelumnya. (idxchannel)

Performa ini muncul dalam konteks rilis laporan kinerja tahunan (earnings release), yang sekaligus menjadi sorotan utama pelaku pasar terhadap prospek emiten ritel tersebut. Kenaikan pendapatan yang terbatas menunjukkan bahwa permintaan masih relatif stagnan, sementara tekanan dari sisi biaya justru meningkat signifikan. Beban pokok penjualan naik sekitar 2,8% menjadi Rp4,52 triliun, sementara beban operasional juga mengalami lonjakan, menggerus margin laba secara keseluruhan. (idxchannel)

Secara operasional, laba usaha ACES turun lebih dari 25% secara tahunan, mencerminkan bahwa tantangan tidak hanya berasal dari faktor eksternal seperti daya beli masyarakat, tetapi juga dari strategi internal perusahaan. Ekspansi agresif melalui pembukaan gerai baru menjadi salah satu faktor utama yang membebani profitabilitas, terutama di tengah kondisi konsumsi yang belum sepenuhnya pulih. (Bareksa)

Sejumlah analis menilai bahwa tekanan margin ini telah diantisipasi sebelumnya. Riset dari Ciptadana Sekuritas, misalnya, menyoroti bahwa pertumbuhan top line ACES tidak cukup kuat untuk mengimbangi kenaikan biaya ekspansi dan operasional. Sementara itu, dalam laporan riset sebelumnya, beberapa analis mempertahankan rekomendasi “hold” dengan target harga di kisaran Rp500, mencerminkan valuasi yang dinilai masih wajar namun dengan katalis pertumbuhan yang terbatas dalam jangka pendek. (brids)

About The Author