Pendapatan Melesat Satu Digit, Laba ACES Merosot Dua Digit di Tengah Tekanan Biaya dan Daya Beli
Performa ini muncul dalam konteks rilis laporan kinerja tahunan (earnings release), yang sekaligus menjadi sorotan utama pelaku pasar terhadap prospek emiten ritel tersebut. Kenaikan pendapatan yang terbatas menunjukkan bahwa permintaan masih relatif stagnan, sementara tekanan dari sisi biaya justru meningkat signifikan. Beban pokok penjualan naik sekitar 2,8% menjadi Rp4,52 triliun, sementara beban operasional juga mengalami lonjakan, menggerus margin laba secara keseluruhan. (idxchannel)
Secara operasional, laba usaha ACES turun lebih dari 25% secara tahunan, mencerminkan bahwa tantangan tidak hanya berasal dari faktor eksternal seperti daya beli masyarakat, tetapi juga dari strategi internal perusahaan. Ekspansi agresif melalui pembukaan gerai baru menjadi salah satu faktor utama yang membebani profitabilitas, terutama di tengah kondisi konsumsi yang belum sepenuhnya pulih. (Bareksa)
Sejumlah analis menilai bahwa tekanan margin ini telah diantisipasi sebelumnya. Riset dari Ciptadana Sekuritas, misalnya, menyoroti bahwa pertumbuhan top line ACES tidak cukup kuat untuk mengimbangi kenaikan biaya ekspansi dan operasional. Sementara itu, dalam laporan riset sebelumnya, beberapa analis mempertahankan rekomendasi “hold” dengan target harga di kisaran Rp500, mencerminkan valuasi yang dinilai masih wajar namun dengan katalis pertumbuhan yang terbatas dalam jangka pendek. (brids)