WIFI Luncurkan “Internet Rakyat” – Tantangan Baru di Tengah Sentimen Pasar Telekomunikasi
- WIFI resmi meluncurkan layanan Internet Rakyat dengan harga maksimal Rp147 ribu per bulan dan target jutaan pelanggan pada 2026.
- Sejumlah analis mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga di atas level pasar saat ini, meski saham masih bergerak volatil.
- Investor menanti kinerja kuartal I-2026 dan perkembangan ekspansi jaringan sebagai katalis utama pergerakan saham selanjutnya.
Emiten teknologi PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) resmi meluncurkan layanan go-commercial “Internet Rakyat” (IRA), sebuah layanan internet fixed broadband berbasis teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) 1,4 GHz yang dijual dengan harga maksimum Rp147 ribu per bulan dan kecepatan hingga 100 Mbps, mulai Kamis (19/2/2026). Peluncuran ini merupakan langkah penting bagi perseroan dalam memperluas penetrasi layanan internet murah nasional, dengan target lebih dari 5 juta pelanggan dan 5.500 site jaringan aktif di wilayah Jawa, Maluku, dan Papua sepanjang 2026. IRA juga ditujukan untuk memenuhi mandat Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital No. 13 Tahun 2025 tentang penyediaan layanan internet terjangkau di segmen rumah tangga dan UMKM. (IDN Financials)
Pencapaian komersial ini datang di tengah dinamika pasar modal yang cukup menantang bagi saham WIFI. Sampai sesi perdagangan siang ini, harga saham WIFI mencatatkan tekanan, dengan harga pembukaan terpantau turun dan mencerminkan reaksi berhati-hati investor terhadap langkah ekspansi besar yang dilakukan perusahaan. Data perdagangan terbaru memperlihatkan saham WIFI bergerak di sekitar level Rp2.530-an setelah pembukaan, meskipun masih menunjukkan kerentanan volatilitas harian. (IDN Financials)
Dalam konteks perkembangan analis, beberapa rumah riset menyampaikan pandangan optimistis terhadap prospek jangka menengah saham ini. Rekomendasi dari sejumlah analis umumnya masih condong pada buy atau outperform dengan target harga yang secara substansial lebih tinggi dari harga pasar saat ini. Laporan terbaru yang dirilis hari ini oleh BNI Sekuritas menyebutkan rekomendasi Buy dengan price target di kisaran Rp2.600–Rp2.700, mencerminkan kepercayaan atas momentum pendapatan dari layanan baru seperti Internet Rakyat. Sementara itu, konsensus analis yang dihimpun data pasar menunjukkan target rata-rata dalam 12 bulan di sekitar Rp4.500-an dengan estimasi tertinggi bahkan di atas Rp5.700, menandakan potensi upside di kisaran puluhan persen jika pertumbuhan kinerja dan adopsi layanan berjalan sesuai proyeksi. Selain itu, analis di Macquarie Sekuritas baru-baru ini mengeluarkan Outperform dengan target harga hingga Rp4.800, dan beberapa analis lain mempertahankan target lebih tinggi hingga Rp5.200 dengan alasan sinergi infrastruktur dan ekspansi jaringan. (Indo Premier)
Meski demikian, tantangan tetap ada. Persaingan di sektor telekomunikasi Indonesia masih ketat, dengan beberapa operator besar terus menekan harga dan meningkatkan layanan untuk mempertahankan Average Revenue Per User (ARPU), yang diproyeksikan mempengaruhi margin profit signifikan di awal 2026. Sektor ini juga sangat sensitif terhadap tren arus modal global dan kebijakan regulasi spektrum frekuensi yang sedang berjalan, sehingga volatilitas harga saham secara makro tetap perlu diwaspadai. (TradingView)