Berani Ekspansi Saat Tertekan, MPPA Gelontorkan Rp780 Miliar Borong Aset Properti di Tengah Bayang-Bayang Rugi
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, manajemen MPPA menyebutkan transaksi akuisisi yang diteken pada 18 Februari 2026 mencakup pembelian sejumlah tanah dan bangunan pusat perbelanjaan serta lahan strategis di Bogor, Gresik, Malioboro hingga Balaraja. Keseluruhan akuisisi ini dipandang dapat memperkuat portofolio aset tetap perseroan sekaligus menambah basis pendapatan dari sewa atau pemanfaatan aset jangka panjang. (investing)
Aksi korporasi ini dilaksanakan di tengah situasi keuangan yang menantang bagi MPPA. Laporan keuangan audit tahun buku 2025 menunjukkan perusahaan masih mencatat rugi bersih Rp 152,2 miliar dan ekuitas defisiensi, memicu pemindahan saham MPPA ke papan pemantauan khusus oleh BEI akibat persyaratan ekuitas negatif. Hal ini mencerminkan dilema yang dihadapi perusahaan: di satu sisi ekspansi aset strategis, di sisi lain tantangan profitabilitas yang belum surut. (idxchannel)
Dari sudut pandang pasar modal, harga saham MPPA menunjukkan volatilitas tajam dalam beberapa sesi terakhir, dengan saham bergerak di kisaran rendah sekitar Rp 53 per saham sebelum berita akuisisi ini, yang menarik minat trader spekulatif namun tetap mengundang kehati-hatian karena fundamental keuangan yang lemah. (investing)
Belum ada konsensus harga target terbaru yang dipublikasikan oleh lembaga riset domestik secara luas dalam beberapa minggu terakhir, namun data konsensus analis menunjukkan ada proyeksi target harga 12 bulan ke depan yang beragam, mencerminkan perbedaan pandangan terhadap kemampuan MPPA untuk pulih secara operasional dan mengeksekusi strategi pertumbuhan. Sebelum ini pula, analis teknikal pernah mencatat pola double bottom di grafik harian MPPA dengan potensi upside namun tetap membutuhkan konfirmasi lanjutan dari sisi permintaan pasar. (TradingView)
Berita tentang akuisisi ini datang di tengah konteks pasar modal Indonesia yang lebih luas masih menghadapi tekanan volatilitas dan sentimen negatif investor, setelah MSCI sempat memicu gelombang jual besar-besaran dengan kekhawatiran terhadap transparansi pasar serta Moody’s menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi dari level tertinggi tahun ini namun tetap berada di atas posisi historis tahunan setelah melewati fase penurunan bulan ini. (Reuters)