Saham CDIA Memerah di Tengah Buyback, IHSG Tumbuh Moderat

CDIA

Trading Session: Jakarta 10 Februari 2026

  • Saham CDIA turun sekitar 2,75% pada sesi reguler Selasa, 10 Februari 2026, meski perseroan mengumumkan program buyback saham hingga Rp1 triliun untuk meredam volatilitas harga.
  • Sejumlah analis menilai buyback berdampak positif secara fundamental, dengan target harga jangka panjang di kisaran Rp2.400-an, namun risiko koreksi jangka pendek masih membayangi.
  • Pasar menanti laporan keuangan kuartal I/2026, realisasi buyback, serta sentimen makro dan pergerakan IHSG sebagai katalis utama pergerakan saham CDIA berikutnya.

Pada sesi perdagangan reguler Selasa, 10 Februari 2026, saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatatkan pergerakan yang cukup menarik di Bursa Efek Indonesia dengan latar berita korporasi buyback senilai Rp1 triliun. Di tengah sentimen pasar yang bergejolak namun IHSG secara keseluruhan masih bergerak positif, CDIA berakhir melemah tipis setelah aksi jual menekan harga di tengah ekspektasi investor terhadap rencana buyback. Menurut data perdagangan terbaru, harga saham CDIA pada akhir sesi tercatat di kisaran Rp1.100 per lembar, turun sekitar 2,75% dibandingkan penutupan hari sebelumnya (penurunan ini berdasarkan perbandingan intraday dan penutupan perdagangan di bursa lokal), mengikuti tekanan teknikal setelah beberapa hari mengalami volatilitas signifikan di tengah serentetan berita korporasi dan pasar.(indopremier)

Buyback saham sebesar Rp1 triliun yang diumumkan perseroan berjalan pada periode 6 Februari sampai dengan 5 Mei 2026, bertujuan meredam volatilitas dan menjaga nilai pemegang saham dengan mengambil saham di pasar yang dianggap wajar secara fundamental perusahaan. Aksi korporasi ini dipicu oleh koreksi saham yang cukup dalam dalam sebulan terakhir, dengan penurunan sekitar 36% dari level tertinggi sebelumnya, dan sekaligus mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap valuasi CDIA di tengah tekanan pasar makro.(indopremier)

Dalam ulasan analis teknikal yang rilis pekan lalu, BNI Sekuritas memberi catatan bahwa saham CDIA memiliki area teknis pembelian di sekitar Rp1.080 dan prospek resistance di rentang Rp1.110-Rp1.185, tetapi juga menekankan level cut-loss di bawah Rp1.000 jika tren koreksi berlanjut. Rekomendasi ini memberikan gambaran bahwa meskipun buyback dipandang positif, risiko downside tetap nyata dalam jangka pendek.(investor)

Untuk konteks pasar yang lebih luas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari yang sama justru menguat moderat mendukung sektor finansial dan konsumer, yang membantu menahan koreksi lebih dalam di emiten-emiten besar. Aksi net buy oleh asing di beberapa saham blue-chip menjadi salah satu pendorong utama penguatan indeks, meskipun tekanan makro global belum sepenuhnya hilang. Data perdagangan IHSG mencatat indeks utama ditutup naik sekitar 0,5%, memberi gambaran bahwa sentimen pasar masih berada di wilayah cautiously optimistic.(Jakarta Globe)

Berita rekomendasi analis lain melalui TradingView juga menunjukkan proyeksi target harga jangka panjang saham CDIA di kisaran Rp2.430–Rp2.457 dalam 12 bulan ke depan berdasarkan konsensus analis yang memberi sinyal strong buy, walaupun rekomendasi ini datang dengan caveat bahwa harga dapat berfluktuasi tajam di tengah perubahan kondisi pasar global dan domestik.(TradingView)

Traders kini mencermati sejumlah katalis utama yang bisa menjadi pemicu pergerakan harga lebih lanjut, termasuk pengumuman laporan keuangan kuartal I/2026, update penggunaan dana IPO dan realisasi proyek infrastruktur, serta sentimen makro seperti keputusan suku bunga global dan indeks MSCI terkait investability pasar saham Indonesia. Pemantauan atas data free float dan pembagian dividen interim juga menjadi fokus investor dalam beberapa pekan ke depan.(digivestasi)

About The Author