Direktur SDM PT KB Finansia Multi Finance Tbk (FMFN) Mengundurkan Diri, Pasar Saham Terguncang Tipis Sambil Menanti RUPS
- Direktur SDM PT KB Finansia Multi Finance Tbk (FMFN), Martina Hariyanto, resmi mengundurkan diri efektif sejak 18 Februari 2026; penggantian jabatan akan dibahas dalam RUPS mendatang.
- Pengunduran diri ini dinilai tidak berdampak material terhadap operasional maupun kondisi keuangan FMFN, namun menjadi perhatian pelaku pasar di tengah fluktuasi IHSG.
- Trader dan investor akan mengamati hasil RUPS, laporan keuangan kuartal I 2026, serta kebijakan OJK yang berpotensi mempengaruhi likuiditas dan portofolio pembiayaan perusahaan.
Emiten multifinance yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, PT KB Finansia Multi Finance Tbk (kode saham FMFN), kembali menjadi sorotan pelaku pasar setelah perseroan mengumumkan pengunduran diri salah satu anggota direksinya pada Jumat (19/2/2026). Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, perseroan menyatakan bahwa Martina Hariyanto resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Direktur Sumber Daya Manusia & General Affairs efektif sejak 18 Februari 2026, dan permohonan tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang jadwalnya akan diumumkan kemudian. Perseroan menegaskan bahwa pengunduran diri ini tidak berdampak material terhadap operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha FMFN. (kontan)
Langkah tersebut terjadi di tengah dinamika pasar modal domestik yang menunjukkan kinerja bervariasi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat melemah tipis pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, dipengaruhi oleh aksi jual di beberapa saham berkapitalisasi besar, sekaligus menarik minat asing untuk melakukan seleksi di sektor perbankan dan keuangan. (kontan)
Meski demikian, para analis tetap mencatat fundamental industri multifinance secara umum cenderung stabil dengan perbaikan kualitas aset dan pertumbuhan pembiayaan yang moderat di awal 2026. Data internal dari perusahaan menunjukkan bahwa FMFN mempertahankan peringkat kredit kuat, dengan lembaga pemeringkat masih menegaskan rating tertinggi di pasar domestik (“AAA(idn)”) dengan outlook stabil. (kreditplus)
Namun sayangnya, hingga saat ini belum banyak laporan publikasi yang mengungkapkan perubahan rekomendasi analis pasar saham atau target harga (price target) terbaru untuk saham FMFN di bursa efek. Tidak adanya coverage analis yang luas mungkin mencerminkan karakter industri multifinance yang lebih niche dibandingkan sektor perbankan besar, sehingga rekomendasi pasar terhadap saham FMFN relatif minim dibandingkan saham-saham perbankan.
Pergerakan pasar terbaru telah membuat pelaku pasar lebih memperhatikan fundamental saham dalam konteks makro. Saham-saham perbankan besar seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI menunjukkan beberapa sinyal teknikal yang menarik untuk periode jangka menengah, dengan target harga yang masih dipertahankan oleh broker utama. (kontan)
Dalam konteks aksi korporasi, pengunduran diri direktur bidang SDM pada FMFN ini juga mengingatkan pelaku pasar akan pentingnya stabilitas manajemen dalam menjaga kepercayaan investor, terutama di tengah tekanan pasar global yang belum sepenuhnya stabil. Sentimen pasar domestik kerap dipengaruhi pula oleh dinamika global, termasuk kebijakan permodalan dan kemungkinan perubahan indeks pasar dari lembaga pemeringkat internasional, yang sempat menimbulkan tekanan pada IHSG beberapa pekan lalu. (indonesiabusinesspost)