Saham MEDC Menguat di Tengah Sentimen Energi Global dan Optimisme Analis
- Saham MEDC naik sekitar 2,83% pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026, didorong sentimen positif sektor energi dan minat beli investor.
- Sejumlah analis mempertahankan rekomendasi “buy”, dengan target harga sekitar Rp2.000 hingga Rp2.570 per saham, mencerminkan prospek fundamental yang kuat.
- Investor kini menunggu rilis laporan keuangan berikutnya, perkembangan harga minyak global, dan realisasi produksi energi 2026 sebagai katalis utama pergerakan saham MEDC.

Saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) bergerak menguat pada perdagangan reguler Bursa Efek Indonesia pada Senin, 9 Maret 2026, seiring meningkatnya sentimen positif terhadap sektor energi dan optimisme analis terhadap prospek fundamental perusahaan. Pergerakan ini terjadi di tengah pasar yang masih dibayangi volatilitas global, namun saham energi tetap menjadi salah satu penopang utama indeks.
Pada sesi perdagangan hari Senin tersebut, saham MEDC diperdagangkan di kisaran Rp1.815 per saham, naik sekitar 2,83% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp1.765. Dalam sesi intraday, saham ini sempat bergerak dalam rentang Rp1.750 hingga Rp1.895 per saham, menunjukkan minat beli yang tetap kuat dari pelaku pasar meskipun volatilitas masih cukup tinggi. (investing)
Kenaikan saham MEDC juga terjadi setelah sejumlah laporan riset sekuritas kembali menegaskan pandangan positif terhadap emiten energi tersebut. Indo Premier Sekuritas, misalnya, mempertahankan rekomendasi “buy” untuk saham MEDC dengan target harga Rp2.000 per saham dalam jangka menengah. Rekomendasi ini didasarkan pada prospek pertumbuhan produksi energi serta stabilitas arus kas perusahaan dari bisnis minyak dan gas. (Indo Premier)
Selain itu, UBS Sekuritas Indonesia bahkan memberikan target harga yang lebih agresif di level Rp2.570 per saham, juga dengan rekomendasi beli. Proyeksi tersebut mencerminkan keyakinan analis terhadap potensi kenaikan harga energi global serta strategi ekspansi perusahaan yang dinilai mampu meningkatkan profitabilitas dalam beberapa tahun ke depan. (Indo Premier)
Secara konsensus, mayoritas analis masih mempertahankan pandangan positif terhadap saham MEDC. Data konsensus menunjukkan bahwa sebagian besar analis memberikan rekomendasi beli dengan target harga rata-rata sekitar Rp2.044 per saham dalam 12 bulan ke depan, dengan kisaran estimasi mulai dari sekitar Rp1.555 hingga lebih dari Rp2.500. Target tersebut menunjukkan potensi kenaikan dua digit dari harga saat ini. (investing)
Sentimen positif terhadap MEDC juga diperkuat oleh kondisi sektor energi global. Lonjakan harga minyak mentah yang dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah meningkatkan ekspektasi pendapatan bagi perusahaan energi, termasuk produsen minyak dan gas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Analis pasar menilai bahwa kenaikan harga komoditas energi berpotensi meningkatkan earnings per share perusahaan sektor energi dalam jangka pendek. (kontan)
Di sisi lain, pergerakan MEDC terjadi ketika pasar saham domestik masih berada dalam fase fluktuatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak volatil pada awal pekan ini akibat tekanan sentimen global dan aksi jual investor asing pada sesi sebelumnya. Meski demikian, sejumlah analis menyarankan investor untuk tetap mencermati saham dengan fundamental kuat, termasuk di sektor energi yang dinilai masih memiliki katalis positif dari kenaikan harga komoditas. (AsatuNews)
Selain faktor makro dan harga komoditas, perhatian investor juga tertuju pada kinerja operasional Medco Energi. Perusahaan sebelumnya telah merilis pembaruan operasional dan panduan bisnis untuk tahun 2026 melalui materi investor, yang menjadi salah satu referensi utama bagi analis dalam menilai prospek jangka menengah emiten tersebut. (medcoenergi)
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati beberapa katalis penting yang berpotensi memengaruhi pergerakan saham MEDC. Di antaranya adalah rilis laporan keuangan berikutnya yang dijadwalkan pada akhir Mei 2026, perkembangan harga minyak global, serta realisasi produksi energi perusahaan sepanjang tahun berjalan. Kombinasi faktor fundamental, dinamika harga komoditas, dan sentimen global tersebut diperkirakan akan menjadi penentu utama arah saham MEDC dalam beberapa bulan mendatang. (tradingview)