Saham CYBR Masuk Radar Pra-Pasar Rabu Usai Pengumuman Stock Split, Investor Menilai Dampak Likuiditas
Saham PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) diperkirakan akan menjadi salah satu emiten teknologi yang dipantau investor pada sesi pra-pasar menjelang pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 11 Maret 2026, setelah perusahaan keamanan siber tersebut mengumumkan rencana aksi korporasi berupa stock split dengan rasio 1:2. Pengumuman tersebut memicu peningkatan perhatian pelaku pasar karena dinilai dapat meningkatkan likuiditas perdagangan serta memperluas basis investor ritel di pasar saham domestik.
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, saham CYBR tercatat ditutup di level Rp1.440 per saham, menguat sekitar +6,27% dibandingkan sesi sebelumnya, menurut data perdagangan pasar saham. Sentimen positif tersebut muncul setelah perusahaan mengumumkan rencana pemecahan saham melalui keterbukaan informasi kepada otoritas bursa. (IDN Financials)
Dalam perdagangan setelah jam bursa yang dilaporkan oleh beberapa platform perdagangan, pergerakan saham CYBR relatif stabil dengan kecenderungan bergerak datar hingga naik tipis sekitar +0,5% di pasar negosiasi, mencerminkan sikap investor yang masih menilai dampak jangka pendek dari aksi korporasi tersebut. Aktivitas awal pra-pasar menunjukkan adanya minat beli yang moderat, terutama dari investor ritel yang melihat potensi peningkatan likuiditas setelah stock split terlaksana.
Manajemen ITSEC Asia menjelaskan bahwa rencana stock split ini bertujuan membuat harga saham lebih terjangkau bagi investor serta meningkatkan likuiditas perdagangan di pasar sekunder. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan, jumlah saham beredar diproyeksikan bertambah dari sekitar 6,71 miliar lembar menjadi sekitar 13,43 miliar lembar, sementara nilai nominal saham akan turun dari Rp25 menjadi Rp12,50 per saham setelah aksi korporasi tersebut berlaku efektif. (neraca)
Perseroan menyebutkan bahwa rencana tersebut masih harus memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 16 April 2026. Jika disetujui, langkah ini diharapkan memperluas partisipasi investor di saham CYBR, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan keamanan siber di sektor digital nasional. (Indo Premier)
Beberapa analis pasar modal menilai bahwa stock split sering kali memberikan dorongan psikologis terhadap harga saham karena membuat harga per lot terlihat lebih terjangkau. Namun mereka juga menekankan bahwa dampak jangka panjang tetap akan bergantung pada fundamental perusahaan, termasuk pertumbuhan pendapatan serta ekspansi bisnis di sektor cybersecurity yang semakin kompetitif. Berdasarkan data pasar terbaru, kapitalisasi pasar ITSEC Asia telah mencapai sekitar Rp10 triliun, dengan pertumbuhan pendapatan tahunan yang kuat dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya permintaan solusi keamanan digital. (StockAnalysis)
