Harga Emas Bergerak Tipis di Tengah Sentimen Pasar Global
Last Trading Date: Selasa, 10 Februari 2026
- Harga emas global pada perdagangan terakhir Selasa (10/2/2026) melemah tipis sekitar 0,5% di penutupan dan bergerak datar di sesi after-hours, dipicu aksi ambil untung dan penguatan dolar AS.
- Analis tetap mempertahankan pandangan bullish jangka menengah terhadap emas, dengan proyeksi harga masih di atas US$4.700 per ons meski volatilitas jangka pendek meningkat.
- Pelaku pasar kini menanti katalis berikutnya, termasuk rilis data inflasi dan tenaga kerja AS serta sinyal kebijakan suku bunga Federal Reserve yang berpotensi menggerakkan harga emas selanjutnya.
Pergerakan harga emas di pasar komoditas global pada sesi perdagangan terakhir, Selasa (10/2/2026), menunjukkan dinamika yang berhati-hati dengan tekanan jual setelah reli kuat pekan sebelumnya. Harga emas Spot menunjukkan penurunan sekitar -0,5% di pagi perdagangan, dengan XAU/USD turun mendekati level US$5.040 per ons troi dari level penutupan hari sebelumnya setelah reli tajam dari rekor tertinggi pada akhir Januari. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April juga turun sekitar -0,3% di sesi perdagangan berjangka Kanada dan AS, mencerminkan aksi ambil untung oleh pelaku pasar setelah reli kuat minggu lalu.(Reuters)
Respons harga emas dalam sesi after-hours trading juga relatif tenang, dengan fluktuasi tipis di bawah ±0,2%, menunjukkan bahwa permintaan safe-haven masih ada namun volume perdagangan menurun saat menunggu data ekonomi utama AS yang akan dirilis. Data harga global ini tercermin dalam pasar batangan domestik Indonesia, di mana harga emas Antam naik tipis sekitar Rp14.000–Rp20.000 per gram pagi ini dibandingkan penutupan Jumat lalu, menguat meski pasar global bergerak fluktuatif.(medan aktual)
Sentimen pasar pada Selasa dipengaruhi oleh laporan terbaru analis yang mencerminkan ketidakpastian kebijakan moneter AS dan kekhawatiran gejolak global. Meski belum ada pengumuman resmi baru dari otoritas seperti Federal Reserve, pelaku pasar tetap waspada terhadap nominasi pejabat bank sentral yang dinilai hawkish, yang sempat memicu tekanan kuat pada harga emas awal pekan ini, ketika dolar AS menguat setelah keputusan kebijakan tak terduga.(vietnam)
Untuk memberikan gambaran konteks lebih luas, pergerakan emas tidak terlepas dari dinamika pasar saham global dan pasar valuta asing. Indeks saham Asia menunjukkan penguatan pada Selasa pagi, sementara indeks dolar AS menguat tipis di sesi sebelumnya, membuat logam mulia yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Langkah ini turut berkontribusi pada turunnya harga emas spot, setidaknya dalam jangka pendek sebelum data ekonomi AS berikutnya dirilis.(Reuters)
Sementara itu, di pasar domestik, harga emas batangan seperti Emas Antam dan produk dari pegadaian tetap bergerak stabil dengan kecenderungan menguat tipis menyusul permintaan investor ritel, meskipun volatilitas global masih tinggi. Permintaan fisik terhadap emas batangan dan emas perhiasan di Indonesia diperkirakan akan terus menjadi salah satu faktor penyangga harga di tengah gejolak pasar global.(Sumbardaily)