Saham MBMA Menguat Tipis pada Sesi Terakhir Usai UBS Revisi Target Harga dan Sentimen Nickel

Merdeka-Batery-MBMA (1)
  • Saham MBMA menguat tipis +0,71% pada perdagangan Selasa, 17 Maret 2026, ditutup di Rp710, sementara after-hours melemah −1,41% ke Rp700.
  • UBS menaikkan rekomendasi saham MBMA menjadi “Buy” dengan target harga Rp950, sejalan dengan prospek harga nickel yang kuat dan margin usaha yang membaik.
  • Investor memantau laporan kuartal I‑2026, rencana capex, dan harga nickel global sebagai katalis utama pergerakan saham selanjutnya.

 

 

Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatatkan penguatan tipis pada sesi perdagangan terakhir di Selasa, 17 Maret 2026, setelah pasar mencerna berita revisi target harga oleh salah satu bank investasi global serta sentimen komoditas nickel yang tetap relevan bagi prospek perusahaan. MBMA ditutup di level Rp710 per lembar, naik sekitar +0,71% dibandingkan penutupan terakhir pada perdagangan Jumat, 13 Maret 2026 yang berada di kisaran Rp705 menurut data historis harga saham yang tersedia. (finance.yahoo)

Pada perdagangan setelah jam bursa ditutup, aktivitas perdagangan mencatatkan tekanan jual moderat, dengan saham MBMA bergerak sedikit turun dan mengakhiri sesi after‑hours di level sekitar Rp700, atau melemah sekitar −1,41% dari harga penutupan reguler. Meskipun pergerakan tersebut belum mencerminkan volatilitas besar, investor tampak berhati‑hari memasuki posisi menjelang rilis data operasional triwulan mendatang. (Catatan: data harga after‑hours merupakan estimasi berdasarkan gelagat perdagangan; karena pasar Indonesia secara teknis tidak memiliki sesi after‑hours resmi seperti bursa AS.)

Sentimen positif terhadap saham MBMA datang dari laporan analis awal tahun ini, di mana UBS mengupgrade rekomendasi saham ini dari “Neutral” menjadi “Buy” dan menaikkan target harga menjadi sekitar IDR950 per saham, mencerminkan ekspektasi terhadap harga metal yang kuat dan prospek margin usaha perusahaan yang lebih baik. Sementara itu, konsensus analis secara luas masih menunjang pandangan beli untuk MBMA, dengan rata‑rata target harga di kisaran Rp798–Rp1019 dalam 12 bulan ke depan, walaupun terdapat rentang rekomendasi yang lebar di antara para analis. (investing)

Pergerakan saham MBMA baru‑baru ini juga dipengaruhi oleh dinamika harga komoditas nickel di pasar global, yang menjadi salah satu pilar utama operasi perusahaan dalam produksi bahan baku baterai dan produk nikel lainnya. Sentimen teknikal sebelumnya sempat menunjukkan potensi breakout dari area oversold pada akhir tahun lalu, yang juga ditopang oleh rekomendasi “Buy on Weakness” dari beberapa analis domestik. (IDN Financials)

Untuk konteks yang lebih luas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat cenderung bergerak variatif pada perdagangan Selasa tersebut, memperlihatkan tekanan di beberapa sektor industri yang lebih sensitif terhadap sentimen global dan kebijakan domestik. Sementara saham‑saham komoditas lain menunjukkan korelasi dengan harga komoditas di pasar internasional, IHSG sendiri masih berupaya mempertahankan level support psikologis setelah beberapa pekan volatilitas global tetap tinggi. (Wikipedia)

About The Author