Merogoh Dana Rp 2 Triliun, United Tractors (UNTR) Gelar Buyback Saham di Tengah Volatilitas Pasar

01JTJNW2N0F2VWHABC7TGSAXK8
  • UNTR menggelar buyback saham senilai Rp 2 triliun untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kepercayaan investor di tengah pasar yang fluktuatif.
  • Aksi ini didukung fundamental kuat dan likuiditas solid, dengan analis tetap mempertahankan outlook positif terhadap saham UNTR.
  • Pasar kini menantikan katalis berikutnya seperti realisasi buyback, pergerakan harga batu bara, dan kinerja segmen bisnis utama UNTR.
PT United Tractors Tbk (UNTR) kembali menggelar aksi korporasi strategis dengan mengalokasikan dana hingga Rp 2 triliun untuk pembelian kembali (buyback) saham, sebuah langkah yang mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis sekaligus upaya menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), program buyback ini resmi dimulai pada 1 April 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 30 Juni 2026. (kontan)

Manajemen UNTR menegaskan bahwa aksi buyback ini tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai bagi pemegang saham, tetapi juga memberikan sinyal positif bahwa harga saham perseroan masih berada pada level yang menarik secara fundamental. Di tengah fluktuasi pasar saham global dan domestik, langkah ini menjadi strategi defensif sekaligus oportunistik untuk menjaga kepercayaan investor. (PT.Kontan Grahanusa Mediatama)

Secara teknis, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor, dengan ketentuan free float tetap terjaga minimal 7,5%. Dana buyback sepenuhnya berasal dari kas internal, mencerminkan kuatnya posisi likuiditas UNTR tanpa perlu bergantung pada pembiayaan eksternal. Manajemen juga memastikan bahwa aksi ini tidak akan memberikan dampak material terhadap operasional maupun kinerja keuangan perusahaan. (kontan)

Menariknya, program buyback ini bukan yang pertama dilakukan UNTR tahun ini. Sebelumnya, perseroan telah menyelesaikan periode buyback lebih awal pada 31 Maret 2026, dengan realisasi sekitar Rp 1,05 triliun untuk membeli lebih dari 36 juta saham. Masih tersisa sekitar Rp 943 miliar dari alokasi sebelumnya, yang kemudian menjadi dasar keberlanjutan program buyback baru dengan nilai serupa. (kontan)

Dari sisi pergerakan saham, UNTR menunjukkan tren yang relatif positif dalam beberapa waktu terakhir. Dalam sebulan terakhir sebelum pengumuman buyback, saham ini tercatat menguat lebih dari 8%, meskipun sempat mengalami koreksi harian tipis. Kondisi ini menunjukkan bahwa aksi buyback dilakukan bukan semata untuk menahan penurunan, tetapi juga untuk menjaga momentum kenaikan harga saham. (PT.Kontan Grahanusa Mediatama)

Sejumlah analis melihat langkah ini sebagai katalis positif jangka pendek, terutama dalam mendukung sentimen investor terhadap saham sektor alat berat dan pertambangan. Meski belum banyak perubahan signifikan pada target harga terbaru, konsensus analis cenderung mempertahankan pandangan positif terhadap UNTR seiring fundamental yang solid, termasuk laba bersih yang mencapai Rp 15,2 triliun pada 2025 serta posisi aset yang kuat. (PT.Kontan Grahanusa Mediatama)

Di sisi lain, pergerakan UNTR juga tidak terlepas dari kondisi pasar yang lebih luas. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak fluktuatif, dipengaruhi sentimen global seperti harga komoditas, suku bunga, dan ketegangan geopolitik. Dalam konteks ini, buyback menjadi instrumen penting bagi emiten blue chip untuk meredam volatilitas sekaligus menjaga valuasi tetap atraktif di mata investor institusi. (kontan)

About The Author