SMGR Ditutup Menguat Setelah Laporan Kinerja Triwulan I, Analis Sebut Tantangan Masih Ada

SMGR

Last Trading Date: Selasa, 10 Februari 2026

  • Saham SMGR melonjak 8,95% pada penutupan Selasa (10/2/2026) di Rp2.800, seiring respons pasar terhadap laporan kinerja terbaru dan sentimen sektoral.
  • Meski laba bersih kuartal I anjlok tajam, sejumlah analis mempertahankan pandangan netral dengan target harga sekitar Rp4.000 dan menyoroti tantangan oversupply.
  • Investor kini menantikan laporan keuangan berikutnya, perkembangan volume penjualan, serta katalis dari proyek infrastruktur dan kebijakan industri semen.
Saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mencatat pergerakan positif pada sesi perdagangan Selasa (10/2/2026) di Bursa Efek Indonesia (BEI), setelah sentimen datang dari update kinerja kuartal pertama dan komentar analis mengenai prospek industri semen domestik. Pada penutupan perdagangan reguler, harga saham SMGR ditutup di sekitar Rp2.800 per saham, naik signifikan dibandingkan harga penutupan sebelumnya Rp2.570, atau meningkat sekitar +8,95% secara harian. Data historis juga menunjukkan bahwa saham sempat bergerak dalam rentang intraday dari Rp2.570 hingga Rp2.810 sebelum akhirnya tutup di zona hijau. (Investing)

Pergerakan tersebut berlangsung di tengah penguatan indeks acuan pasar modal Indonesia, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak sekitar +1,24% pada penutupan Selasa, mencerminkan minat investor yang lebih luas membaik di hampir seluruh sektor. (Investing)

Sentimen positif terhadap SMGR muncul tak lama setelah publikasi data laporan keuangan per kuartal I-2025 yang menunjukkan tekanan kinerja. Menurut laporan keuangan yang dirilis sebelumnya, laba bersih SMGR merosot tajam lebih dari 90% year-on-year akibat kontraksi di industri semen domestik dan penurunan pendapatan. Laba bersih hanya tercatat sekitar Rp42–43 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang jauh lebih tinggi. (Investing)

Laporan ini membuat para analis memperhatikan fundamental perusahaan, dengan beberapa rumah riset melakukan penyesuaian terhadap pandangan mereka. Sebagai contoh, laporan equity research dari MNC Sekuritas menurunkan rekomendasi saham SMGR dari Buy menjadi Hold, dengan target harga (price target) sekitar Rp4.000 per saham untuk 12 bulan ke depan, mencerminkan prospek pertumbuhan yang moderat di tengah kekhawatiran oversupply dan permintaan yang belum sepenuhnya pulih. (Investing)

Meski ada pandangan yang lebih berhati-hati dari analis, beberapa katalis positif juga menjadi fokus perhatian pelaku pasar. Perusahaan telah menyetujui pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2024 sebesar total Rp648,75 miliar, yang setara dengan sekitar Rp96 per saham, menunjukkan komitmen terhadap imbal hasil pemegang saham meskipun kondisi kinerja operasional menantang. (Investing)
Selain itu, agenda rencana buyback saham senilai sampai dengan Rp300 miliar yang menunggu restu RUPS juga menjadi topik yang dibicarakan sebagai indikator keyakinan manajemen terhadap valuasi saat ini. (Investing)

Volume perdagangan SMGR pada Selasa cukup tinggi, yang mencerminkan likuiditas yang meningkat saat investor merespons berita fundamental dan teknikal. Dalam perdagangan setelah jam reguler, data harga after-hours belum secara resmi dipublikasikan di bursa domestik; namun beberapa platform mencatat pergerakan lanjutan harga pada kisaran Rp2.760-2.780 menjelang sesi penutupan penuh pasar — menandakan tekanan jual yang mulai mereda dan potensi stabilisasi harga untuk awal minggu depan. (Investing)

About The Author