Abadi Lestari (RLCO) Rambah Pengolahan Hasil Perikanan, Analis Sejumlah Rumah Riset Tunjuk Target Ambisius di Tengah Sentimen Pasar

rlco
  • RLCO membentuk anak usaha baru untuk masuk ke bisnis pengolahan hasil perikanan sebagai langkah diversifikasi dan ekspansi sumber pendapatan.
  • Sejumlah analis mempertahankan pandangan positif dengan target harga di atas level pasar saat ini, meski volatilitas saham masih tinggi sejak IPO.
  • Investor kini menanti realisasi kontribusi lini bisnis baru dan kinerja keuangan berikutnya sebagai katalis utama pergerakan saham.

Emiten yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), menjadi sorotan pasar modal setelah mengumumkan ekspansi strategis di luar bisnis inti pengolahan sarang burung walet dengan merambah bidang pengolahan hasil perikanan. Aksi korporasi ini dilakukan melalui anak usaha terbaru, PT Marinova Protein Internasional (MPI), yang berdiri pada 19 Januari 2026 dan dikukuhkan oleh Direksi RLCO dalam akta pendirian yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. (swa)

Menurut keterbukaan informasi perseroan yang dirilis ke BEI, pendirian MPI diharapkan menjadi tulang punggung diversifikasi usaha RLCO melalui unit konsumsi pangan berprotein dari sektor perikanan, sekaligus memperluas portofolio produk superfood yang sudah dimiliki perusahaan. Inisiatif ini datang di tengah tantangan global pada sektor perikanan, termasuk tren penurunan ekspor tertentu akibat hambatan pasar internasional. (Reuters Connect)

Dilihat dari perkembangan harga saham, sejak IPO pada Desember 2025 RLCO sempat mengalami volatilitas tinggi yang membuat BEI menghentikan sementara perdagangan karena lonjakan harga yang dianggap melebihi kewajaran pasar. Suspensi akhirnya dicabut pada pertengahan Desember dan saham kembali diperdagangkan, mendorong aksi beli spekulatif yang signifikan. (Cobisnis)

Dari sisi riset, Samuel Sekuritas Indonesia dalam riset seputar RLCO sebelum IPO memperkirakan potensi kenaikan harga saham hingga sekitar 35% dari harga penawaran publik apabila asumsi harga wajar dipatok di kisaran lebih tinggi dibanding harga IPO, memperhatikan peluang pertumbuhan pendapatan di masa datang. Lebih jauh lagi, dokumen riset internal lain yang beredar mengindikasikan rekomendasi “Spec-Buy” dengan target harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga pasar saat ini, didukung ekspektasi pertumbuhan pendapatan tahunan yang solid di tengah permintaan produk-produk kesehatan dan superfood baik domestik maupun global. (Samuel Sekuritas Indonesia)

Ekspektasi analis ini muncul di tengah dinamika pasar yang lebih luas, dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa sesi terakhir menunjukkan tekanan dengan tren pelemahan, meskipun masih didukung aksi net buy investor asing di sejumlah saham unggulan lain. Sentimen makro seperti rencana reformasi pasar modal Indonesia yang dipantau oleh pelaku global juga turut membayangi persepsi investor. (investing)

Pengamat pasar menilai, langkah RLCO masuk ke sektor pengolahan hasil perikanan bisa menjadi katalis baru yang menjanjikan, terutama jika MPI berhasil memanfaatkan peluang ekspor yang semakin terbuka lewat peningkatan kualitas dan akses pasar internasional. Regulasi pemerintah yang mendukung ekspansi industri perikanan dan pengolahan juga menjadi faktor fundamental yang diperhatikan pelaku pasar. (KKP)

About The Author