Anak Usaha PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) Raih Fasilitas Kredit Rp265 Miliar dari PT Bank Central Asia Tbk di Tengah Dinamika Pasar

inpp1
  • Anak usaha PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) memperoleh fasilitas kredit Rp265 miliar dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) untuk mendukung pengembangan proyek dan modal kerja.
  • Pendanaan ini sejalan dengan strategi INPP memperkuat recurring income dan ekspansi proyek di tengah dinamika pasar properti dan fluktuasi IHSG.
  • Investor menanti katalis berikutnya, termasuk rilis kinerja keuangan kuartalan INPP serta perkembangan pertumbuhan kredit dan suku bunga yang berdampak pada BBCA.

Anak usaha dari emiten properti dan hospitality PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) berhasil mengamankan fasilitas kredit senilai Rp265 miliar dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang diumumkan melalui keterbukaan informasi resmi perseroan pada Senin (16/2/2026). Fasilitas kredit ini terdiri dari kredit investasi Rp255 miliar dan fasilitas kredit lokal Rp10 miliar yang akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha entitas anak tersebut, yakni PT Mitra Gemilang Mahacipta (MGM). Dalam transaksi ini, INPP juga memberikan corporate guarantee dan gadai sahamnya di MGM sebagai jaminan pembiayaan. (idxchannel)

Langkah strategis INPP ini datang di saat pasar properti dan hospitality semakin menuntut likuiditas dan fleksibilitas modal kerja yang kuat, terutama setelah perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat pada 2025 terdorong oleh penjualan unit residensial seperti Antasari Place yang sebagian besar telah diserahterimakan. Sebelumnya, INPP telah menargetkan peningkatan kontribusi recurring income di atas 75% pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat stabilitas arus kas di tengah kondisi pasar yang kompetitif. (pasardana)

Dari sisi permodalan, lembaga pemeringkat lokal PEFINDO telah mempertahankan outlook kredit INPP pada level idA- dengan prospek stabil, menunjukkan kepercayaan pihak kreditur terhadap profil risiko perusahaan meskipun tidak memberikan target harga saham langsung. (Pefindo)

Berita fasilitas kredit ini muncul tidak lama setelah serangkaian pembaruan strategis perusahaan yang mencakup proyeksi kenaikan laba bersih yang signifikan di 2025 serta inisiatif pengembangan proyek ikonik di beberapa kota besar di Indonesia. Sebelumnya, INPP memperkirakan laba bersih tahun buku 2025 akan melonjak sekitar 125% dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan momentum operasional yang positif. (idnfinancials)

Sementara itu, di sisi perbankan, BBCA – bank pemberi fasilitas kredit – tetap menjadi salah satu bank unggulan di pasar modal Indonesia. Menurut konsensus analis, saham BBCA mendapat rekomendasi “Strong Buy” dengan target harga rata-rata lebih dari Rp10.000 per saham dalam 12 bulan ke depan, memberikan potensi kenaikan harga lebih dari 40% dari level saat ini. Optimisme analis ini didukung oleh ekspektasi pertumbuhan kredit yang solid dan fundamental perbankan domestik yang kuat, meskipun ada tekanan pada pencadangan di segmen tertentu. (investing)

Berita kredit INPP ini turut mencerminkan dinamika yang lebih luas di pasar modal Indonesia di awal 2026, di mana indeks IHSG mengalami fluktuasi akibat aksi asing yang net sell pada beberapa periode, menekan sejumlah saham perbankan termasuk BBCA, namun tetap mencatat aliran modal masuk di waktu lain. (Warta Ekonomi)

About The Author