Bank Mandiri (BMRI) Bocorkan Dividen 2025 di Tengah Latar Kinerja & Revisi Target Analis

bmrii
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membocorkan rencana dividend payout ratio sekitar 78% dari laba bersih 2025, dengan estimasi dividen sekitar Rp472 per saham.
  • Sejumlah analis mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga di kisaran Rp6.050–Rp6.400, meski ada yang merevisi turun valuasi akibat proyeksi dividen tahun berikutnya.
  • Pasar menanti keputusan final RUPS, kinerja kuartal I-2026, serta arah suku bunga sebagai katalis utama pergerakan saham BMRI selanjutnya.

Emiten perbankan besar PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali menjadi sorotan pelaku pasar modal Indonesia setelah manajemen memberikan bocoran penting terkait kebijakan dividen untuk tahun buku 2025. Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengonfirmasi bahwa perseroan akan mengusulkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) untuk Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang tidak jauh berbeda dengan realisasi tahun lalu, yakni di kisaran 78% dari laba bersih. Hal ini disampaikan kepada media seusai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (18/2). Jika DPR tersebut disetujui, total pembagian dividen diperkirakan mencapai hampir Rp 43,9 triliun dengan estimasi dividen sekitar Rp 472 per saham. (kontan)

Realitas rupiah dividen tersebut mencerminkan komitmen Bank Mandiri mempertahankan imbal hasil yang menarik bagi pemegang saham di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Untuk konteks, Bank Mandiri sebelumnya telah membukukan laba bersih konsolidasi Rp 56,3 triliun sepanjang tahun 2025, naik tipis dari periode sebelumnya, sekaligus mencerminkan stabilitas operasional walau pertumbuhan kredit diproyeksikan moderat di 7%–9% tahun ini. (StockWatch)

Respons pelaku pasar dan analis terhadap rencana dividen ini cukup positif sekaligus realistis. Menurut riset terbaru, sejumlah rumah analis meninjau ulang valuasi BMRI dalam beberapa pekan terakhir. MNC Sekuritas dan Indo Premier Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy, dengan target harga saham Bank Mandiri naik hingga kisaran Rp 6.400–Rp 6.050, didukung oleh kinerja laba yang solid melebihi estimasi konsensus serta pertumbuhan pendapatan non-bunga yang kuat. (mediaindonesia)

Namun tidak semua analis menilai prospek saham sempurna. Lembaga riset KSI Research dalam publikasi November 2025 menyampaikan revisi target harga BMRI dari sebelumnya Rp 6.300 menjadi Rp 5.950, mencerminkan valuasi yang masih menarik namun menghadapi tekanan penurunan Dividend Discount Model (DDM) akibat ekspektasi dividen 2026 yang sedikit lebih rendah dibanding 2025. Meski begitu, potensi apresiasi masih signifikan sekitar 26% dari harga pasar saat itu menurut perhitungan mereka. (kiwoom)

Kebijakan dividen ini berlangsung di tengah dinamika pasar saham Indonesia yang lebih luas, di mana indeks IHSG menunjukkan fluktuasi moderat sepanjang pekan ini seiring sentimen global yang hati-hati menjelang data ekonomi AS dan regional. Sektor perbankan, termasuk BMRI, menjadi fokus investor dividen hunter mengingat imbal hasil kompetitifnya relatif terhadap instrumen pendapatan tetap domestik. Sentimen makro ini turut memengaruhi likuiditas dan preferensi alokasi modal, khususnya di saham-saham berkapitalisasi besar. (PT.Kontan Grahanusa Mediatama)

About The Author