BFIN Anggarkan Dana Buyback Saham Rp 100 Miliar di Tengah Sentimen Volatilitas Pasar

bfin
  • PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) menganggarkan dana Rp 100 miliar untuk buyback saham selama tiga bulan guna menjaga stabilitas harga di tengah volatilitas pasar.
  • Program buyback dilakukan menggunakan kas internal tanpa mengganggu likuiditas dan operasional, dengan batas maksimal 1% dari modal disetor.
  • Analis menilai langkah ini sebagai sinyal positif, sementara pasar menunggu katalis berikutnya seperti laporan kinerja terbaru dan arah suku bunga.
PT BFI Finance Indonesia Tbk (kode saham: BFIN) mengumumkan alokasi dana hingga Rp 100 miliar untuk program buyback saham yang akan berlangsung selama tiga bulan mulai 23 Februari 2026, sebagai respons terhadap kondisi pasar yang bergejolak dan upaya memperkuat kepercayaan investor di Bursa Efek Indonesia. Rencana ini diungkapkan melalui keterbukaan informasi perseroan yang dipublikasikan pada 20 Februari 2026, dengan jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 1 % dari modal disetor dan memastikan free float tetap minimal 40 % setelah pelaksanaan buyback. Dana buyback berasal dari kas internal perusahaan dan tidak menggunakan pinjaman eksternal. (Mureks)

Langkah korporasi ini terlihat sebagai bagian dari strategi BFIN menghadapi dinamika pasar modal yang tinggi, di mana emiten lain di sektor multifinance juga melakukan aksi serupa untuk menopang harga saham di tengah tekanan volatilitas. Manajemen menegaskan bahwa buyback tidak akan berdampak material terhadap operasi, struktur permodalan, maupun likuiditas perusahaan. BFI Finance akan menjalankan program ini melalui pasar reguler di BEI dengan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia sebagai perantara. (Mureks)

Rencana buyback ini muncul di tengah berita korporasi lain dari BFIN, termasuk keputusan untuk menghentikan operasional anak usaha fintech Pinjam Modal, yang mencerminkan fokus perusahaan pada penataan portofolio usaha yang lebih efisien. Keputusan tersebut diputuskan melalui mekanisme keputusan sirkuler pemegang saham dan saat ini masih dalam proses pencabutan izin di OJK. (idxchannel)

Dari sudut pandang analis, saham BFIN menunjukkan pandangan yang beragam di pasar modal. Berdasarkan konsensus analis, rata-rata target harga 12 bulan untuk BFIN sekitar Rp 915 per saham, dengan rentang target rendah di Rp 700 dan target tinggi hingga Rp 1 200, menunjukkan potensi upside sekitar +20 % dibandingkan harga saat ini. Rekomendasi analis secara keseluruhan cenderung Buy, meskipun terdapat divergensi pandangan termasuk penurunan rating dari beberapa rumah analis sebelumnya. (investing)

Beberapa lembaga analis global bahkan pada periode sebelumnya sempat menurunkan rekomendasi rating BFIN menjadi Sell, dengan alasan kekhawatiran terhadap siklus kredit dan potensi penurunan laba di segmen pembiayaan otomotif pada 2026. Dalam hal ini, target harga juga disesuaikan turun dari level yang lebih tinggi. (investing)

Pergerakan saham BFIN dalam beberapa perdagangan terakhir mencerminkan sentimen pasar terhadap aksi buyback dan prospek kinerja perusahaan. Pada penutupan sesi perdagangan 20 Februari 2026, harga saham mencatatkan penguatan yang mencerminkan respons positif investor terhadap berita buyback dan strategi korporasi. (Mureks)

About The Author