BNBR Saham Diperdagangkan di Premarket Menguat Didukung Sentimen Rights Issue

bnbr
  • Saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) ditutup melonjak +9,52% ke Rp161 pada Kamis (26/2) dan terindikasi masih menguat di premarket jelang perdagangan Jumat (27/2) di Bursa Efek Indonesia.
  • Sentimen positif dipicu rencana rights issue jumbo hingga 90 miliar saham baru yang ditujukan untuk memperkuat struktur modal dan menurunkan rasio utang perseroan.
  • Pelaku pasar kini menanti hasil RUPSLB, detail harga pelaksanaan rights issue, serta potensi revisi rekomendasi dan target harga dari analis sebagai katalis lanjutan.

 

 

Menjelang pembukaan sesi perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 27 Februari 2026, saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatatkan pergerakan yang mencolok di pasar premaket, seiring dengan rencana aksi korporasi besar yang diumumkan perusahaan kemarin. Menurut data perdagangan terakhir yang tersedia, harga saham BNBR ditutup pada Rp161 per saham pada perdagangan Kamis (26/2/2026), mencatat kenaikan sekitar +9,52% dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp147. Dalam perdagangan premaket, saham ini menunjukkan indikasi penguatan lebih lanjut dibanding harga tutup kemarin, mencerminkan antisipasi investor atas berita korporasi terbaru. (IDN Financials)

Kenaikan saham BNBR muncul di tengah kabar rencana perseroan untuk melakukan rights issue besar-besaran dengan menerbitkan hingga 90 miliar saham baru Seri E, yang diproyeksikan dapat memperkuat struktur permodalan dan menurunkan rasio utang perusahaan secara signifikan. Rencana rights issue ini dijadwalkan mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 Februari 2026, dan menjadi pemicu utama sentimen pasar terhadap saham emiten berkode BNBR tersebut. (Indo Premier)

Manajemen Bakrie & Brothers menyampaikan melalui keterbukaan informasi BEI bahwa hasil rights issue akan digunakan tidak hanya untuk penyesuaian permodalan, tetapi juga untuk mendukung pembayaran kewajiban perseroan dan anak usaha serta modal kerja bagi pengembangan usaha, termasuk optimalisasi aset tol yang dimiliki melalui PT Cimanggis Cibitung Tollways. Langkah ini dinilai potensial memperbaiki neraca keuangan perusahaan yang belakangan menjadi sorotan pelaku pasar. (CNBC Indonesia)

Dari sisi pasar secara keseluruhan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada perdagangan Kamis (26/2) dengan penurunan -1,04%, di mana hampir seluruh sektor tertekan dan investor asing mencatatkan aksi jual bersih di beberapa saham besar. Kondisi pasar yang melemah ini memperlihatkan dinamika yang lebih luas di BEI sebelum pembukaan sesi perdagangan Jumat besok, namun sentimen terhadap BNBR relatif positif dibanding banyak saham lain. (pusatdata)

About The Author