Borong SSIA Terus, Henan Putihrai Kini Kuasai Hampir 10% dan Sentimen Analis Menyertai Aksi Konglomerat

SSIA
  • Henan Putihrai terus mengakumulasi saham SSIA hingga kepemilikannya mendekati 10%, memperkuat spekulasi masuknya investor strategis jangka panjang.
  • Konsensus analis mayoritas merekomendasikan “Buy” dengan target harga rata-rata di atas level pasar saat ini, mencerminkan potensi kenaikan berbasis prospek kawasan industri SSIA.
  • Investor kini menanti rilis kinerja keuangan terbaru, perkembangan proyek Subang Smartpolitan, serta potensi aksi korporasi lanjutan sebagai katalis pergerakan saham berikutnya.
Aksi akumulasi saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (kode saham: SSIA) oleh PT Henan Putihrai Asset Management kembali menjadi sorotan pelaku pasar pada pekan ini setelah data perubahan kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia mencatat peningkatan signifikan porsi kepemilikan sang investor. Transaksi terakhir yang terungkap pada laporan kepemilikan saham di atas 5% menunjukkan Henan Putihrai menambah 477.900 lembar saham SSIA, sehingga total kepemilikannya mendekati ambang 10%, yakni 9,91% per 6 Februari 2026. Transaksi tersebut difasilitasi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (Investing)

Langkah agresif Henan Putihrai – yang menurut sejumlah sumber pasar dikaitkan dengan taipan Prajogo Pangestu – menjadi momentum lain dalam serial akumulasi saham SSIA sejak tahun lalu. Pada Juli–November 2025, Henan Putihrai tercatat secara bertahap meningkatkan kepemilikannya mulai dari kisaran 6% hingga lebih dari 8% melalui serangkaian pembelian di pasar reguler. (Investing)

Pergerakan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang dinamis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mencatat penguatan signifikan pada awal Februari 2026, meski aktivitas asing menunjukkan pola jual bersih di beberapa saham unggulan. Dalam sesi perdagangan terakhir, IHSG ditutup meningkat dengan lonjakan hampir 1,22% yang ditopang gerak naik mayoritas saham blue chip, sementara investor asing masih mencatat aksi jual dalam beberapa sektor. (Investing)

Di bawah permukaan pasar yang diramaikan aksi beli konglomerat besar, para analis institusional juga memperbarui perspektif mereka terhadap saham SSIA. Laporan konsensus analis terbaru menunjukkan rekomendasi “Buy” secara dominan, dengan target harga rata-rata 12 bulan berada di kisaran Rp2.579–Rp2.616, serta estimasi target tertinggi hingga Rp4.000 per saham dari sebagian analis riset terkemuka. Rekomendasi ‘Buy’ ini disokong oleh mayoritas dari 7 analis yang mengikuti saham ini, tanpa ada yang memberi rekomendasi sell atau hold menurut konsensus estimasi terbaru. (Investing)

Detail riset yang dipublikasikan juga mencatat beragam pandangan analis, mulai dari target konservatif di kisaran Rp2.050 sampai target lebih optimistis di atas Rp3.600 dari beberapa rumah riset yang telah mengeluarkan laporan sepanjang 2025. Lembaga seperti CLSA, RHB, Yuanta, BRI Danareksa, serta Trimegah Sekuritas tercatat memberikan rating Buy dengan target harga yang bervariasi untuk horizon jangka menengah. (Investing)

Pergerakan harga saham SSIA sepanjang tahun lalu pun mencerminkan sentimen positif yang diperkuat aksi korporasi: tersedia upside signifikan dari titik terendah tahun lalu, dan saham ini termasuk dalam watchlist pilihan sejumlah analis untuk strategi trading maupun buy and hold. (Investing)

Namun demikian, pasar juga tetap mencermati risiko makro serta dinamika internal perusahaan. Kinerja segmen properti dan kawasan industri SSIA, termasuk proyek unggulan Subang Smartpolitan, menjadi salah satu faktor fundamental yang terus dilihat sebagai pendorong prospek pendapatan. Sementara itu strategi konsolidasi saham oleh pemain besar seperti Henan Putihrai dipantau ketat oleh investor institusional maupun ritel sebagai indikasi kepercayaan jangka panjang terhadap aset ini. (Investing)

About The Author