DEWA Habiskan Dana Buyback Saham Rp950 Miliar, Saham Melonjak Didukung Sentimen Korporasi dan Prospek Kinerja
- DEWA telah menghabiskan hampir seluruh dana buyback Rp950 miliar untuk membeli kembali sekitar 4,03% saham beredar, mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perseroan.
- Sejumlah analis mempertahankan rekomendasi positif dengan target harga yang mengindikasikan potensi kenaikan signifikan, di tengah sentimen teknikal yang menguat.
- Investor kini menanti rilis laporan keuangan berikutnya, perkembangan kontrak baru, serta arah harga komoditas sebagai katalis pergerakan saham selanjutnya.
PT Darma Henwa Tbk (IDX: DEWA) secara resmi menyelesaikan program pembelian kembali saham (share buyback) yang sempat menjadi sorotan pelaku pasar modal. Perusahaan kontraktor pertambangan yang tergabung dalam Grup Bakrie tersebut mengumumkan telah menyerap dana hampir Rp950 miliar, tepatnya sebesar Rp949.999.969.885, untuk membeli kembali sekitar 1,64 miliar lembar saham di pasar reguler, atau setara dengan 4,03 % dari modal ditempatkan dan disetor. Buyback ini rampung lebih cepat dari jadwal awal yang direncanakan pada 19 Februari 2026 melalui mekanisme tanpa RUPS, merujuk pada ketentuan OJK yang baru. (idxchannel)
Manajemen DEWA, melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, menyampaikan bahwa realisasi buyback mencerminkan keyakinan terhadap fundamental bisnis dan keinginan untuk meningkatkan likuiditas saham di tengah volatilitas pasar. Harga rata-rata akuisisi buyback tercatat sekitar Rp579,69 per saham, selagi saham DEWA sempat bergejolak dalam beberapa pekan terakhir. (idxchannel)
Kabar penyelesaian buyback datang bersamaan dengan momentum positif harga saham DEWA yang terkoreksi kuat dalam beberapa bulan terakhir, tetapi mengalami rebound signifikan dalam sesi akhir perdagangan terbaru. Secara teknikal, saham perusahaan tercatat menunjukkan sinyal kuat dari indikator moving average yang mengindikasikan tren beli jangka pendek, meskipun saham juga menunjukkan kondisi overbought pada beberapa indikator. (investing)
Analis pasar modal juga turut memperhatikan dinamika DEWA di tengah sentimen buyback. Dari sisi ritel dan institusi, proyeksi harga saham dalam 12 bulan ke depan masih relatif optimistis. Berdasarkan konsensus analis global, rata-rata target harga DEWA berada di kisaran Rp1.128 per lembar, dengan estimasi tertinggi mencapai hampir Rp1.500 dan terendah sekitar Rp757, mencerminkan potensi kenaikan lebih dari 80 % dari harga saat ini. Mayoritas lembaga penilai memberikan rekomendasi strong buy untuk saham ini. (investing)
Selain itu, lembaga pemeringkat kredit domestik Pefindo baru-baru ini menegaskan peringkat idA dengan prospek stable untuk DEWA, menunjukkan kepercayaan terhadap stabilitas keuangan perusahaan meskipun pasar kontraktor tambang masih rawan terhadap siklus komoditas dan permintaan global. (Pefindo)
Latar belakang buyback Rp950 miliar ini tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, DEWA juga mengumumkan sejumlah aksi korporasi strategis termasuk diversifikasi ke sektor pertambangan emas di Gayo, di mana perusahaan menyiapkan belanja modal tambahan signifikan yang dapat memberikan sumber pendapatan baru di luar jasa pertambangan tradisional. Catatan analis bahkan menyebut diversifikasi sebagai salah satu pendorong revisi target price naik di beberapa riset pasar terbaru. (suara)
Secara lebih luas, aksi buyback DEWA turut memberikan sentimen positif di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus berfluktuasi akibat tekanan jual sempat mereda, diikuti oleh sinyal teknikal positif di sejumlah saham kapitalisasi menengah hingga kecil. Sentimen pasar yang berubah ini memberi ruang bagi saham-saham dengan katalis kuat untuk kembali menjadi pilihan investor. (idxchannel)