DEWA Rampungkan Buyback, Saham Melejit 51,22% di Tengah Sentimen Positif Pasca Aksi Korporasi
- Buyback DEWA Rampung: PT Darma Henwa (DEWA) menyelesaikan program buyback senilai Rp950 miliar, menyerap 1,64 miliar saham atau 4,03% dari total saham beredar.
- Harga Saham Melejit: Pasca buyback, harga saham DEWA naik 51,22%, mendapat respons positif dari investor domestik dan asing serta penguatan IHSG.
- Katalis Berikutnya: Trader memantau laporan keuangan kuartal I 2026, perkembangan proyek pertambangan, dan pergerakan harga komoditas global sebagai faktor penggerak harga saham DEWA
Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat lonjakan signifikan dalam pekan terakhir di Bursa Efek Indonesia setelah perusahaan menyelesaikan program pembelian kembali saham (buyback) yang telah berjalan sejak Desember 2025. Aksi korporasi ini ternyata menjadi katalis kuat yang mendorong harga saham DEWA naik 51,22% dari titik awal program hingga pengumuman penyelesaian, mencerminkan respons pasar yang kuat terhadap strategi pengelolaan modal oleh manajemen perusahaan. (IDN Financials)
Manajemen Darma Henwa mengumumkan bahwa buyback saham senilai hampir Rp950 miliar telah tuntas lebih cepat dari jadwal awal. Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Corporate Secretary DEWA menyatakan perseroan telah menyerap sekitar 1,64 miliar saham atau sekitar 4,03% dari total modal ditempatkan dan disetor dengan harga rata‑rata pembelian sekitar Rp579,69 per lembar. (idxchannel)
Respon pasar terhadap penyelesaian aksi buyback terlihat sangat positif. Pada sesi perdagangan pascakabar, harga saham DEWA melonjak tajam, memperlihatkan sentimen bullish yang diperkuat oleh minat beli investor baik domestik maupun asing. Lonjakan ini terjadi meskipun saham sempat mengalami tekanan sejak awal tahun, dan menunjukkan buyback mampu menjadi titik balik penting dalam persepsi pasar terhadap fundamental dan valuasi perusahaan. (suara)
Sentimen positif terhadap DEWA juga datang dari konsensus analis yang menilai saham kontraktor pertambangan ini menawarkan potensi kenaikan jangka menengah hingga panjang. Menurut data proyeksi analis, rata‑rata price target 12 bulan untuk DEWA berada di kisaran Rp1.128, dengan ekspektasi tertinggi mendekati Rp1.497, yang berarti potensi upside lebih dari 80% dibandingkan harga saat ini. Selain itu, sejumlah analis menilai saham DEWA layak mendapat rekomendasi strong buy berdasarkan ekspektasi pertumbuhan laba dan efisiensi operasional. (investing)
Sebelumnya di tahun 2025, saham DEWA sempat melampaui target analis Bloomberg rata‑rata di sekitar Rp661,8 per saham, mencerminkan dinamika harga yang bergerak lebih tinggi dari ekspektasi pasar analis tradisional. Sebelum aksi buyback dirampungkan, investor asing juga tercatat aktif melakukan net buy terhadap saham DEWA, terutama pada awal 2026, yang turut menopang tren kenaikan harga. (TradingView)
Kenaikan tajam saham DEWA juga berkontribusi pada penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di mana sektor energi dan bahan baku menjadi motor utama reli indeks pekan lalu. Lonjakan harga saham blue chip dan emiten komoditas seperti DEWA membantu mendorong IHSG naik signifikan dalam jangka pendek meskipun pasar secara umum masih mencermati sentimen global dan domestik. (investing)