Ekspansi Agresif dan Strategi Omnichannel Jadi Kunci, ACES Bidik Akselerasi Pertumbuhan pada 2026
Sejak awal 2026, ACES mempercepat pembukaan gerai baru di sejumlah kota tier-2 dan tier-3 Indonesia yang dianggap memiliki potensi pasar yang kuat, sambil mengoptimalisasi kanal digital untuk meningkatkan pengalaman belanja konsumen. Unit Strategic Marketing Services di Kawan Lama Group menyoroti bahwa ekspansi harus selektif dan responsif terhadap perubahan daya beli konsumen, terutama di luar Pulau Jawa. (beritakini)
Meski terdapat tekanan terhadap laba, data menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki landasan yang cukup baik untuk tumbuh. Pada 2025, ACES mencatatkan pertumbuhan penjualan bersih meskipun laba bersih sembilan bulan tahun berjalan turun sekitar 16,2% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, mencerminkan tekanan margin di tengah biaya operasional yang meningkat. (investing)
Dari sisi pasar modal, reaksi analis terhadap saham ACES menunjukkan pandangan yang relatif positif dalam jangka menengah. Rata-rata target harga ACES berada di sekitar Rp562 per saham, dengan rekomendasi BUY dari konsensus analis yang mencakup 20 analis pasar modal. Rentang target harga ini berkisar antara sekitar Rp459 hingga Rp787 per saham, mencerminkan adanya potensi kenaikan dibanding harga pasar saat ini. (valueinvesting)
Selain itu, laporan analis dari platform riset independen memperlihatkan bahwa target harga ACES telah mengalami penyesuaian beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir, termasuk kenaikan target sebanyak hampir 8% pada April 2026. Meski pendapatan diproyeksikan tumbuh moderat, ekspektasi kenaikan laba per saham (EPS) juga menunjukkan optimisme terhadap kemampuan perusahaan untuk meraih efisiensi dan ekspansi yang berkelanjutan. (simplywall.st)
Konteks pasar yang lebih luas menunjukkan bahwa saham ritel, khususnya di segmen rumah tangga dan gaya hidup, tengah menghadapi tekanan likuiditas akibat perubahan indeks global. Terbaru, hasil rebalancing indeks MSCI menyebutkan bahwa ACES akan keluar dari MSCI Small Cap Index efektif Maret 2026, yang bisa berdampak pada partisipasi investor asing dan peminat indeks. (investing)
Dalam gambaran pasar yang lebih besar, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal 2026 mencerminkan sentimen beragam, diwarnai oleh revisi outlook ekonomi global dan domestik yang moderat serta tekanan inflasi. Sektor ritel, bersama sektor lain seperti konsumsi dan perbankan, tetap menjadi sorotan pelaku pasar sebagai barometer pemulihan permintaan domestik. (amcham)