EMAS Tertekan di Sesi Terakhir Pasca Update Operasional, IHSG Membaik di Akhir Sesi

EMAS

Last Trading Date: Selasa, 10 Februari 2026

  • Saham EMAS melemah pada perdagangan terakhir Selasa, 10 Februari 2026, ditutup turun sekitar 2,67% di tengah respons pasar yang hati-hati terhadap pembaruan operasional terbaru perusahaan.
  • Tekanan saham terjadi meski proyek Tambang Emas Pani menunjukkan kemajuan signifikan, sementara sebagian analis masih menyoroti risiko jangka pendek dan memangkas target harga.
  • Pergerakan EMAS kontras dengan IHSG yang berakhir menguat, dengan pelaku pasar kini menanti laporan produksi berikutnya dan dinamika harga emas global sebagai katalis selanjutnya.

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengalami pergerakan negatif pada sesi perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI), menutup hari dengan tekanan di tengah sentimen investor yang berhati-hati setelah serangkaian kabar operasional terbaru. Pada penutupan sesi regular Selasa, saham EMAS berakhir di Rp 7.300 per lembar, turun sekitar 2,67 % dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di sekitar Rp 7.500. Data historis perdagangan menunjukkan bahwa rentang harian harga EMAS berada di antara Rp 7.175 hingga Rp 7.950, mencerminkan volatilitas yang lebih lebar dibandingkan beberapa sesi sebelumnya.(idfinancial)

Setelah jam perdagangan utama, laporan harga pasar mencatat bahwa saham EMAS sempat berada di level yang mirip, namun dengan tekanan jual yang berlanjut menjelang penutupan after-hours, menunjukkan penurunan tambahan yang memperburuk pelemahan harian menurut data indikator pasar terbaru.(Investing)

Turunnya harga saham EMAS datang di tengah sorotan pelaku pasar terhadap laporan aktivitas operasional perusahaan. Baru-baru ini, EMAS merilis laporan triwulanan yang menunjukkan kemajuan pembangunan proyek Tambang Emas Pani, yang diproyeksikan menjadi salah satu tambang emas terbesar di Indonesia dan ditargetkan mulai produksi perdana pada kuartal pertama 2026. Laporan tersebut menyoroti bahwa proyek telah mencapai penyelesaian lebih dari 80 % pada akhir kuartal III 2025.(merdekagold)

Namun, meski kemajuan proyek signifikan, beberapa analis dan investor tampak kurang antusias dalam jangka pendek karena EMAS masih mencatat loss bersih dan belum menunjukkan laba bersih yang konsisten di laporan keuangan terakhirnya. Menurut data analis pasar, rata-rata price target untuk saham EMAS dalam 12 bulan ke depan berada di kisaran sekitar Rp 5.800-Rp 6.100, dengan rekomendasi konsensus cenderung buy meskipun potensi downside disebut masih ada.(investing)

Sentimen ini diperkuat oleh aksi transaksi besar yang sempat tercatat beberapa pekan lalu ketika terjadi transaksi negosiasi jumbo senilai hampir Rp 2,92 triliun, tetapi pergerakan harga berikutnya menunjukkan tekanan jual neto yang menahan penguatan.(HeraldID)

Pergerakan saham EMAS ini terjadi di tengah konteks pasar yang lebih luas di Indonesia yang menunjukkan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi yang sama. IHSG berhasil menutup sesi dalam zona hijau setelah sempat mengalami volatilitas tinggi di awal perdagangan, mencerminkan sentimen pasar yang mencoba bangkit dari tekanan sebelumnya. Kinerja sektor komoditas, termasuk saham-saham pertambangan emas, menjadi salah satu sorotan meskipun beberapa emiten khususnya EMAS mencatatkan koreksi harga harian yang lebih tajam.(lensamedan)

About The Author