FORE Suntik Modal Anak Usaha Donat & Bakery Rp13,3 Miliar, Saham Menguat di Tengah Sentimen Pasar
- FORE menyuntikkan modal Rp13,3 miliar ke lini donat dan bakery untuk memperkuat ekspansi dan menjaga mayoritas kepemilikan di anak usaha.
- Saham FORE menguat sekitar 2% setelah pengumuman, meski konsensus analis masih cenderung berhati-hati terhadap valuasi.
- Pasar menanti laporan keuangan kuartal IV dan kontribusi penjualan dari segmen non-kopi sebagai katalis berikutnya.
PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mengawali pekan ini dengan aksi korporasi signifikan yang menarik perhatian pelaku pasar modal Indonesia. Perusahaan yang lebih dikenal sebagai jaringan kedai kopi Fore Coffee tersebut menyuntikkan modal segar sebesar Rp13,3 miliar ke dua anak usahanya yang mengelola lini bisnis donat dan bakery, langkah yang dinilai sebagai bagian dari strategi diversifikasi usai berita terbaru mengenai update prospek pertumbuhan usaha. (Investing)
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (10/2), manajemen menyatakan bahwa modal tambahan sebesar Rp1 miliar dialokasikan ke PT Cipta Favorit Indonesia (CFI), operator lini Fore Donut, sedangkan Rp12,31 miliar disuntikkan ke PT Fore Bakery Indonesia (FBI), yang menangani unit bakery perusahaan. Transaksi ini dimaksudkan untuk menjaga stabilitas kepemilikan saham FORE di kedua entitas tersebut serta memperkuat kapasitas operasional unit usaha dalam mendorong pertumbuhan segmen non-kopi. (Investing)
Pasca suntikan modal, FORE mempertahankan 99,95% kepemilikan di CFI dan 99,97% di FBI, memastikan kendali penuh atas unit usaha yang dipandang sebagai pendorong potensi kontribusi pendapatan baru. Menurut Corporate Secretary FORE, tambahan modal diharapkan “memberikan kontribusi positif kepada perseroan”, terutama dalam memperluas kapasitas operasional dan penetrasi pasar di luar lini produk kopi inti. (Investing)
Sentimen positif atas penyaluran modal ini tercermin di pergerakan saham FORE yang tercatat menguat di perdagangan kemarin, setelah sempat mengalami tekanan volatilitas sepanjang kuartal terakhir. Data harga terakhir menunjukkan saham FORE diperdagangkan sekitar Rp480 per lembar, naik sekitar 2,13% dalam sesi tersebut. (Investing)
Meski suntikan modal menjadi katalis fundamental jangka panjang, data analisis menunjukkan bahwa cakupan riset analis terhadap saham ini masih terbatas. Konsensus target harga jangka 12 bulan menunjukkan estimasi rata-rata sekitar Rp450, yang merefleksikan pandangan berhati-hati dari komunitas analis terkait valuasi saat ini, meskipun ada rekomendasi Strong Buy dari satu analis yang memantau pasar ini. (Investing)
Latar belakang langkah korporasi ini sekaligus mengingatkan pasar pada pencapaian operasional FORE sebelumnya. Perusahaan sempat mencatat pertumbuhan EBITDA 62% YoY pada 9M25, didukung oleh ekspansi outlet yang agresif dan peluncuran produk baru seperti Fore Donut yang mendapat respons pasar kuat sejak debutnya di Supermall Karawaci. (Investing)
Kondisi pasar modal domestik secara lebih luas turut menjadi konteks penting di tengah laporan aksi korporasi ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa sesi terakhir menunjukkan tekanan volatil, dengan akhir Oktober 2025 sempat melemah, mencerminkan dinamika sentimen investor terhadap saham-saham konsumsi dan layanan. (Investing)