Harga Saham MBMA Melonjak Setelah Update Kinerja dan Optimisme Analis

MBMA

Last Trading Date: Selasa, 10 Februari 2026

  • Saham MBMA menguat signifikan pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026, ditutup naik sekitar 4,6% seiring respons positif pasar terhadap pembaruan kinerja operasional dan sentimen analis.
  • Optimisme investor didukung kenaikan target harga dan rekomendasi beli dari analis, yang menilai prospek nikel dan bahan baku baterai kendaraan listrik tetap kuat.
  • Pelaku pasar kini menantikan rilis laporan keuangan berikutnya serta perkembangan kebijakan dan strategi ekspansi perusahaan sebagai katalis lanjutan.

Pada sesi perdagangan terakhir Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa, 10 Februari 2026, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatatkan kenaikan signifikan mengikuti rilis data kinerja operasional dan sentimen positif dari analis terkait prospek bahan baku baterai kendaraan listrik. Pada penutupan reguler hari itu, harga saham MBMA ditutup di Rp685 per lembar, naik +4,58% dari penutupan sebelumnya di sekitar Rp655 menurut data perdagangan terbaru. Data dari platform pasar modal menunjukkan harga saham sempat berfluktuasi antara Rp660–Rp720 sepanjang hari, mencerminkan aksi beli yang cukup kuat dari pelaku pasar setelah rilis berita terbaru. (Investing)

Pergerakan positif saham MBMA pada sesi hari itu juga berlanjut di perdagangan after-hours, dengan harga yang terpantau naik sedikit lebih lanjut sekitar +1,2%, mencerminkan minat investor yang masih bertahan meskipun likuiditas after-hours cenderung lebih terbatas. Kenaikan harga saham ini kontras dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang secara keseluruhan mengalami koreksi tipis di tengah volatilitas pasar global dan kekhawatiran terhadap outlook ekonomi.

Sentimen positif terhadap MBMA datang menyusul rilis data operasional terbaru yang menunjukkan peningkatan volume penjualan bijih limonit dan nickel pig iron, serta peningkatan margin kas seiring efisiensi biaya operasional, yang diharapkan mendorong laba usaha kuartal ketiga ke atas dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini memberikan momentum fundamental yang kuat bagi harga saham dalam jangka menengah. (Investing)

Selain itu, komentar dan revisi dari analis turut memperkuat optimisme pasar terhadap saham ini. Baru-baru ini, UBS Securities menaikkan peringkat saham MBMA menjadi Buy dan menaikkan price target jangka 12 bulan menjadi IDR950, mencerminkan ekspektasi harga logam yang kuat secara global dan prospek kinerja komoditas yang mendukung fundamental perusahaan. Secara konsensus, rata-rata target harga analis di segmen broker juga menunjukkan kisaran target moderat hingga tinggi dengan rekomendasi “Buy” yang konsisten dari mayoritas analis, dengan target rata-rata lebih dari Rp730 dan potensi upside berdasarkan estimasi konsensus. (Investing)

Untuk konteks pasar yang lebih luas, pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa menunjukkan dinamika mixed pasar saham Indonesia, di mana sektor material dasar — termasuk saham berbasis pertambangan dan energi — menunjukkan tekanan jual di beberapa sesi awal sebelum rebound menjelang penutupan. Ketidakpastian arah indeks harian ini didorong oleh sentimen global dan data ekonomi makro yang bervariasi, serta alokasi ulang portofolio oleh investor institusi.

Meski demikian, saham MBMA tetap menjadi salah satu saham yang menarik perhatian pelaku pasar karena eksposurnya ke komoditas nikel, yang merupakan bahan baku kunci untuk baterai kendaraan listrik (EV) dan komoditas strategis di era transisi energi. Trader dan investor kini menantikan sejumlah katalis mendatang yang berpotensi memengaruhi arah harga saham MBMA lebih lanjut, termasuk rilis laporan keuangan kuartal IV-2025, pembaruan asumsi produksi nikel domestik seiring kebijakan pemerintah terkait pasokan komoditas, serta rapat umum pemegang saham terkait strategi ekspansi dan penggunaan dana investasi yang akan memberikan gambaran lebih jelas tentang prospek pertumbuhan perusahaan di kuartal-kuartal mendatang. (Investing)

About The Author