Krakatau Steel (KRAS) Gandeng Kejagung Usai Suntikan Danantara Rp4,39 Triliun, Saham Reaksi, Analis Soroti Prospek Transformasi
- Krakatau Steel (KRAS) menggandeng Kejagung untuk memperkuat tata kelola dan mitigasi risiko hukum usai mendapat suntikan dana Rp4,39 triliun dari Danantara.
- Analis mempertahankan pandangan positif dengan sejumlah target harga di kisaran Rp372–Rp450, seiring harapan perbaikan kinerja dan transformasi operasional.
- Pelaku pasar menanti rilis laporan keuangan berikutnya serta perkembangan proyek dan kebijakan proteksi baja sebagai katalis pergerakan saham KRAS.
Emiten baja pelat merah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) kembali menjadi sorotan pasar modal setelah mengumumkan kerja sama strategis dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memperkuat mitigasi risiko hukum di tengah proses transformasi perusahaan. Kolaborasi ini dipandang sebagai langkah penting dalam kerangka KS Reborn yang dijalankan bersamaan dengan dukungan modal dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, yang memberikan fasilitas pinjaman modal kerja senilai USD295 juta atau setara Rp4,39 triliun dengan mekanisme penggunaan ketat hanya untuk pembelian bahan baku pabrik. (idxchannel)
Dalam keterangannya, Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, menegaskan bahwa pendampingan hukum profesional menjadi bagian tak terpisahkan dari penguatan good corporate governance (GCG) saat perusahaan melanjutkan proses transformasi di bawah payung Danantara, yang juga mencakup eksekusi program restrukturisasi dan revitalisasi operasional. (idxchannel)
Berita kerja sama ini menyusul serangkaian langkah korporasi sebelumnya, termasuk restrukturisasi manajemen dan dukungan modal dari Danantara yang telah membantu memperbaiki struktur keuangan perseroan. Menurut laporan internal, ekuitas perusahaan tumbuh hampir 99% menjadi sekitar US$868 juta pada 2025, didorong oleh peningkatan volume penjualan baja dan alokasi pendanaan strategis dari Danantara untuk efisiensi operasional dan penyehatan dana pensiun. (Koran BUMN)
Sentimen pasar terhadap KRAS juga menjadi sorotan analis. Menurut riset terbaru, sejumlah rumah penelitian memberikan rekomendasi positif meski tetap berhati-hati terhadap risiko struktural yang masih ada di perusahaan baja nasional ini. Head of Retail Research di MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, merekomendasikan buy on weakness dengan target harga dalam kisaran Rp372–Rp400 per saham, mencerminkan ekspektasi pertumbuhan jangka pendek jika katalis positif bertahan. Sementara itu, analis lain memberikan target yang lebih agresif di Rp450 per saham, mencerminkan optimisme terhadap potensi EBITDA yang lebih tinggi dari proyek slab baru dan proteksi terhadap praktik dumping baja impor. (kontan)
Secara teknikal, harga saham KRAS sempat bergerak fluktuatif dengan harga di kisaran Rp366 per saham pada perdagangan terakhir, namun tetap mencatat pertumbuhan signifikan dalam setahun terakhir, menguat lebih dari 250% dibanding periode setahun lalu. (investing)
Dalam konteks pasar yang lebih luas, pergerakan KRAS berada di tengah dinamika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami volatilitas moderat dalam beberapa sesi terakhir, dipengaruhi oleh sentimen global serta aksi profit taking di beberapa sektor industri. Indeks acuan mencatat penurunan tipis di sesi terakhir, mencerminkan tekanan jual ringan namun masih dalam batas konsolidasi menunggu data ekonomi makro yang lebih jelas. (investing)