Laba UNVR Melesat 127%, Saham Ikut Naik di Awal Sesi I Dipicu Kinerja Tahunan yang Kuat

UVR
  • Laba bersih UNVR 2025 melonjak 127% menjadi sekitar Rp7,6 triliun, mendorong kenaikan saham di awal sesi I perdagangan.
  • Kinerja ditopang efisiensi biaya dan perbaikan margin, meski pertumbuhan penjualan relatif moderat.
  • Analis cenderung mempertahankan rating netral dengan target harga bervariasi, pasar menanti katalis kinerja kuartal I 2026 dan panduan terbaru manajemen.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menjadi sorotan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan Kamis (12/2/2026), setelah perseroan melaporkan lonjakan laba bersih tahunan yang sangat kuat. Menurut laporan keuangan tahunan yang dirilis perseroan, UNVR mencatatkan laba bersih sebesar Rp 7,64 triliun sepanjang 2025, melonjak sekitar 126,87% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar Rp 3,36 triliun, memicu rally harga saham di awal sesi I perdagangan hari ini.(katadata)

Kenaikan laba yang signifikan ini terjadi meski pertumbuhan penjualan bersih relatif moderat di kisaran 4,3% menjadi Rp 31,94 triliun. Kontributor utama pertumbuhan laba berasal dari efisiensi biaya operasional serta peningkatan kontribusi segmen kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh. Aksi korporasi strategis seperti penjualan sebagian lini usaha bisnis teh “Sariwangi” turut menjadi sorotan pasar, meskipun manajemen menegaskan transaksi ini tidak berdampak material pada kelangsungan operasional jangka panjang.(katadata)

Reaksi pasar terhadap laporan tersebut tampak positif di awal sesi I. Meski belum ada angka penutupan resmi per jam ini, perdagangan pra-pasar menunjukkan saham UNVR mengalami apresiasi signifikan, sejalan dengan sentimen positif atas pertumbuhan bottom-line.

Tingkat response analis terhadap kinerja UNVR relatif beragam. Data konsensus analis menunjukkan rekomendasi “Neutral” dengan rata-rata target harga sekitar Rp 2.368, dengan rentang target dari Rp 1.300 hingga Rp 3.400 dalam 12 bulan ke depan, mencerminkan persepsi pasar yang masih cautious terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang. Beberapa rumah analis bahkan memberi pandangan buy dengan target yang relatif lebih tinggi, sementara yang lain mempertahankan target konservatif di area hold karena valuasi saham saat ini yang sudah mencerminkan sebagian dari kenaikan laba.(MarketScreener)

Sebelumnya pada kuartal III-2025 UNVR juga melaporkan peningkatan laba bersih lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode tahun sebelumnya, dipandang sebagai momentum pemulihan operasional setelah beberapa kuartal penuh tantangan sebelumya.(unilever)

Kinerja UNVR ini juga menjadi bagian dari narasi yang lebih luas di pasar saham domestik pada hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat ke level sekitar 8.328–8.440 pada Kamis ini, dan analis telah memasukkan saham UNVR sebagai salah satu nama yang menarik untuk “buy on weakness” dalam rekomendasi perdagangan harian. Penguatan IHSG tersebut terjadi di tengah sentimen positif sektor konsumer dan ekspektasi akselerasi data makro yang akan segera dirilis.(periskop)

About The Author