MDIY Melaju dengan Ekspansi Pasca Lebaran, Analis Optimis Target Harga Tumbuh di Tengah Gejolak IHSG
- MDIY menegaskan akan melanjutkan ekspansi gerai pasca Lebaran 2026 untuk menjaga momentum pertumbuhan penjualan dan memperluas penetrasi pasar.
- Sejumlah analis mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga di atas level saat ini, meski tetap mengingatkan risiko persaingan dan kondisi makro.
- Pelaku pasar menanti rilis kinerja kuartal I 2026 dan realisasi pembukaan gerai baru sebagai katalis pergerakan saham berikutnya.
Emiten ritel peralatan rumah tangga, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (kode saham MDIY), kembali menjadi sorotan pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah perusahaan menyatakan akan melanjutkan ekspansi gerai baru pasca momen Ramadan dan Lebaran 2026. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Direktur Edwin Cheah sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah dinamika konsumsi rumah tangga yang terus berkembang setelah hari raya. (PT.Kontan Grahanusa Mediatama)
Dalam rilis resmi perusahaan, manajemen menekankan komitmen membuka lebih banyak toko di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di kota-kota tier-2 dan tier-3, sebagai bagian dari upaya mendistribusikan layanan kepada basis konsumen yang lebih luas. Ekspansi tersebut dipandang sebagai lanjutan dari pertumbuhan agresif yang sudah terlihat sepanjang 2024–2025, ketika MDIY berhasil meningkatkan jumlah gerai secara signifikan serta mencatat lonjakan volume transaksi. (Samuel Sekuritas Indonesia)
Pernyataan ekspansi ini muncul di tengah pergerakan pasar saham yang cukup menantang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menunjukkan tekanan di awal 2026 akibat sentimen global dan domestik, mencerminkan fase fluktuasi dimana sejumlah sektor menghadapi tekanan likuiditas dan risiko makroekonomi. Sementara itu, investor asing masih terlihat melakukan net buy pada sejumlah saham pilihan di pasar, menunjukkan adanya aktivitas akumulasi meskipun IHSG ditutup relatif loyo dalam beberapa sesi terakhir. (investing)
Respons analis terhadap saham MDIY juga cenderung positif. Konsensus analis dari sejumlah rumah riset memproyeksikan bahwa saham MDIY layak masuk dalam kategori buy, dengan target harga rata-rata dalam 12 bulan ke depan berada di kisaran Rp 1.470 per saham, bahkan dengan estimasi tertinggi mencapai sekitar Rp 1.900 dari beberapa analis ekuitas. Proyeksi ini berarti potensi upside signifikan dari harga pasar saat ini, meskipun masih ada sejumlah pendapat hold dari beberapa analis besar yang menilai valuasi perlu penyelarasan terhadap kinerja fundamental perusahaan. (investing)
Para analis yang lebih optimistis mencatat bahwa strategi ekspansi dan fokus pada efisiensi operasional dapat memperkuat posisi MDIY di pasar ritel domestik, terutama bila tingkat konsumsi rumah tangga terus meningkat setelah pekan Idul Fitri. Namun, mereka juga mengingatkan investor untuk mewaspadai risiko seperti tingginya persaingan di segmen ritel dan sensitivitas terhadap kondisi ekonomi makro, yang bisa memengaruhi performa laba dan rasio keuangan jangka pendek. (investing)
Selain itu, insider buying yang dilakukan oleh beberapa direktur puncak MDIY belakangan ini turut disorot sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis perusahaan, sebuah fakta yang sering dijadikan indikator oleh pelaku pasar dalam menilai sentimen internal terhadap saham. (Samuel Sekuritas Indinesia)
Melangkah ke depan, katalis utama yang akan menjadi perhatian trader dan investor mencakup data penjualan ritel terbaru, laju ekspansi pembukaan gerai baru yang lebih rinci, serta rencana pelaporan kinerja kuartal pertama 2026 yang akan dirilis pada akhir Maret. Selain itu, perkembangan kebijakan pasar modal, khususnya langkah perbaikan free float dan reformasi di BEI yang sedang berjalan, turut dipantau karena potensinya memengaruhi sentimen pasar secara luas. (investing)