Pelayaran Nasional (ELPI) Akan Gelar Rights Issue, Terbitkan 2,03 Miliar Saham Baru di Tengah Sentimen Pasar yang Menguat
- PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) berencana menerbitkan 2,03 miliar saham baru melalui rights issue untuk memperkuat modal dan mendukung ekspansi armada serta operasional.
- Aksi korporasi ini berpotensi menimbulkan dilusi bagi pemegang saham lama, di tengah lonjakan harga saham ELPI yang sebelumnya sempat disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia akibat volatilitas tinggi.
- Pelaku pasar menantikan hasil RUPSLB, tingkat partisipasi rights issue, serta perkembangan kontrak baru dan kinerja keuangan sebagai katalis pergerakan saham selanjutnya.
Emiten jasa transportasi laut PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) mengumumkan rencana untuk menggelar aksi korporasi rights issue dengan penerbitan hingga 2,03 miliar saham baru sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis yang tengah diperluas perseroan. Rencana tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada publik pada akhir Januari 2026, dengan niat meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 9 Maret 2026. Setelah persetujuan diperoleh, hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) akan dilaksanakan paling lambat 12 bulan kemudian sesuai ketentuan pasar modal. (idnfinancials)
Manajemen ELPI menjelaskan bahwa rights issue tersebut dirancang untuk menghimpun modal segar yang diperlukan guna memperkuat likuiditas dan mendukung strategi ekspansi usaha, termasuk kemungkinan penambahan armada dan peningkatan kapasitas operasional di segmen jasa pelayaran domestik dan regional. Namun, aksi korporasi ini juga berpotensi menimbulkan dilusi bagi pemegang saham lama hingga hampir 18% jika mereka memilih untuk tidak melaksanakan haknya dalam pembelian saham baru. (idnfinancials)
Berita rights issue ini muncul bersamaan dengan tren positif kinerja saham ELPI di bursa. Pergerakan harga saham ELPI sejauh ini menunjukkan penguatan signifikan, dengan penguatan harga yang tercatat mencapai lebih dari 100% dalam sebulan terakhir sebelum sempat dilakukan penghentian sementara perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal Februari 2026 karena kenaikan harga yang cukup tajam. Suspensi atas perdagangan saham ini dilakukan sebagai langkah “cooling down” dan dibuka kembali beberapa sesi setelahnya. (investing)
Secara fundamental, data pasar menunjukkan bahwa saham ELPI tetap menjadi salah satu saham dengan likuiditas dan volatilitas tinggi di sektor transportasi laut di Indonesia. Harga telah diperdagangkan mendekati level tertinggi 52-minggu di sekitar Rp1.880 per saham, meski rasio valuasi seperti Price-to-Earnings relatif tinggi dibandingkan rata-rata industri. Tidak banyak analis yang secara publik mengeluarkan target harga formal atau rekomendasi rating terperinci untuk ELPI, sehingga pasar lebih banyak mengandalkan data valuasi dan tren harga aktual di bursa. (TradingView)
Sentimen korporat ELPI juga mendapat dukungan dari kontrak strategis yang telah dimenangkan sebelumnya, termasuk proyek penyediaan armada untuk proyek Genting Floating LNG di Papua Barat senilai hampir Rp2,39 triliun. Kontrak ini berpeluang menyediakan arus pendapatan jangka panjang bagi perseroan, meskipun realisasi pendapatan tergantung pada tahap persiapan dan pembangunan armada yang memakan waktu. (investing)
Di tingkat pasar yang lebih luas, pergerakan IHSG menunjukkan dinamika yang terjadi akibat kombinasi sentimen domestik dan global. Indeks Harga Saham Gabungan sempat mengalami gejolak di periode awal tahun sejalan dengan tekanan terhadap sektor finansial dan komoditas, namun kemudian pulih dan menunjukkan tren stabil di tengah aksi korporasi yang terus digelar oleh sejumlah emiten melalui skema rights issue lainnya. (TradingView)