Pengendali Terus Akumulasi INET, Kepemilikan Kini Capai 57,99% di Tengah Sentimen Rights Issue dan Target Analis

INET
  • Pengendali INET terus melakukan akumulasi saham hingga kepemilikan naik menjadi 57,99%, menandakan keyakinan terhadap prospek jangka panjang perseroan.
  • Sejumlah analis mempertahankan rekomendasi positif dengan target harga di atas level pasar saat ini, meski volatilitas masih tinggi.
  • Investor kini menanti kinerja kuartal I-2026 dan realisasi ekspansi bisnis sebagai katalis utama pergerakan saham selanjutnya.

Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (ticker: INET) kembali menjadi sorotan pelaku pasar setelah pemegang saham pengendali, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, secara konsisten melakukan akumulasi saham di pasar sekunder sepanjang awal Februari 2026. Aksi ini meningkatkan porsi kepemilikan langsung pengendali menjadi sekitar 57,99%, memperkuat kendali atas perseroan di tengah dinamika pasar yang belum stabil.(suara)

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi dan pengamatan media, pengendali melakukan pembelian saham pada beberapa tanggal kunci di awal bulan ini. Sebanyak 124,4 juta lembar diborong pada 3 Februari di harga sekitar Rp364 per saham, disusul pembelian 138,1 juta lembar pada 4 Februari, serta akuisisi terakhir 45,5 juta lembar pada 9 Februari di harga sekitar Rp330 per unit. Secara kumulatif, rangkaian transaksi tersebut menelan belanja lebih dari Rp110 miliar untuk memperbesar porsi kepemilikan.(investing)

Langkah pengendali ini dipandang sebagai sinyal keyakinan jangka panjang terhadap prospek bisnis INET, perusahaan penyedia layanan infrastruktur teknologi dan jaringan internet yang tengah memasuki fase ekspansi agresif. Aksi akumulasi dilakukan di tengah pergerakan harga saham yang cukup volatil, terutama setelah rights issue besar yang digelar untuk memperkuat struktur modal dan mendanai ekspansi jaringan FTTH dan layanan telekomunikasi lainnya.(IDN Financials)

Sentimen pasar terhadap saham INET cukup beragam menurut riset analis terbaru. Data dari platform riset Investing.com menunjukkan konsensus analis dari beberapa rumah riset mengindikasikan Strong Buy untuk saham INET dengan price target rata-rata sekitar Rp590 dalam 12 bulan mendatang, dengan target tertinggi mencapai sekitar Rp620 dan terendah di kisaran Rp550.(investing)

Selain konsensus tersebut, riset lokal seperti dari BNI Sekuritas memberikan rekomendasi speculative buy dengan target harga jangka pendek di kisaran Rp615–Rp650, menggambarkan pandangan positif di sisi teknikal pasar.(kontan)

Namun, pandangan analis tidak sepenuhnya seragam. Beberapa publikasi lokal mencatat proyeksi target yang lebih agresif, bahkan menyebut angka yang jauh lebih tinggi berdasarkan perbaikan fundamental dan rencana ekspansi jangka panjang, walaupun ini bukan konsensus pasar luas.(investor)

Pergerakan saham INET tidak lepas dari sentimen pasar yang lebih luas, termasuk performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kondisi makro global. Secara umum, indeks acuan BEI menunjukkan volatilitas yang mencerminkan dinamika sektor teknologi dan telekomunikasi seiring prospek pertumbuhan ekonomi domestik. Sentimen investor terhadap saham-saham kecil dan mid-cap seperti INET sering kali bergerak lebih tajam akibat aksi korporasi dan perubahan struktur kepemilikan.(Infobanknews)

Traders dan investor kini memantau sejumlah katalis utama yang dapat mempengaruhi arah saham INET ke depan. Pertama, hasil laporan keuangan kuartal I-2026 akan menjadi tolok ukur kinerja setelah rights issue besar dan langkah akumulasi pengendali. Kedua, efektivitas ekspansi bisnis FTTH dan kontrak infrastruktur jaringan akan menjadi faktor fundamental yang menentukan prospek pendapatan. Ketiga, sentimen teknikal di pasar, termasuk aliran modal asing dan pola perdagangan IHSG, turut menjadi fokus pengamatan untuk menentukan momentum masuk atau keluar posisi.(kontan)

About The Author