PT Tri Nusantara Petromine Ajukan PKPU atas Anak Usaha HILL, Tekanan Saham Meningkat di Tengah Volatilitas Pasar

HILL
  • PT Tri Nusantara Petromine ajukan PKPU terhadap anak usaha PT Hillcon Tbk (HILL), memicu tekanan signifikan pada harga saham HILL yang sempat mencapai Auto Reject Bawah (ARB).
  • Analis merekomendasikan sell, dengan harga target rata-rata 12 bulan Rp200, namun pencapaian target bergantung pada perbaikan fundamental dan sentimen pasar.
  • Katalis berikutnya yang dipantau investor mencakup sidang PKPU, laporan keuangan kuartal I 2026, potensi restrukturisasi utang, serta pergerakan IHSG dan arus modal asing.
PT Tri Nusantara Petromine secara resmi mengajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap PT Hillconjaya Sakti, anak usaha PT Hillcon Tbk (HILL) kepada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 10 Februari 2026, menandai salah satu titik kritis terbaru dalam perjalanan korporasi perseroan di tengah tekanan pasar modal yang sudah berlangsung. Gugatan ini tercatat dengan nomor perkara 26/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN.Jkt.Pst dan segera memicu gejolak di harga saham HILL yang ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia. (Banjarhits)

Dalam keterbukaan informasi, manajemen Hillcon yang dipimpin oleh Direktur Utama Hersan Qiu memastikan hingga saat ini kegiatan operasional anak usaha dan perusahaan induk masih berjalan normal meskipun menghadapi risiko hukum tersebut. Gugatan PKPU kerap mencerminkan adanya sengketa kreditur‑debitur yang serius, sehingga investor dan pelaku pasar menilai langkah hukum tersebut sebagai indikator risiko finansial yang nyata. (suara)

Reaksi pasar terhadap kabar PKPU tersebut sangat tajam. Dalam sesi perdagangan Jumat (13/2), harga saham HILL anjlok hingga batas Auto Reject Bawah (ARB) di level Rp80 per saham, setelah sebelumnya juga merosot signifikan di hari perdagangan Kamis. Penurunan harga dalam sebulan terakhir mencapai lebih dari 57%, bahkan dalam setahun terakhir mencatatkan penurunan sekitar 80,95%. Volume antrean jual di harga dasar pun meningkat drastis, menunjukkan minat beli yang sangat rendah di tengah sentimen negatif ini. (Banjarhits)

Sentimen sell juga datang dari analis pasar modal. BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), misalnya, dalam risalah “Sapa Mentari” edisi 13 Februari merekomendasikan posisi sell terhadap saham HILL dengan catatan tren harga yang masih berada dalam fase bearish dan tekanan jual yang meningkat, serta memproyeksikan potensi penurunan menuju level support berikutnya di Rp72. (Banjarhits)

Dari sisi valuasi dan pandangan analis, data konsensus terbaru menunjukkan bahwa harga target 12 bulan rata‑rata untuk saham HILL adalah sekitar Rp200, dengan rekomendasi keseluruhan yang bersifat neutral – artinya tidak ada dukungan kuat untuk beli maupun jual dari basis analis. Target tersebut menunjukkan potensi upside sekitar 150% dari level harga saat ini, namun pencapaian target itu jelas tergantung pada perbaikan fundamental dan sentimen pasar yang jauh lebih kondusif. (investing)

Berita PKPU ini datang di tengah pergerakan pasar modal yang luas cukup fluktuatif beberapa minggu terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat dibuka melemah di awal sesi perdagangan Jumat (13/2), dengan saham‑saham di beberapa sektor utama mencatat tekanan, termasuk saham HILL yang menjadi salah satu top losers pada hari tersebut. Sementara itu, sejumlah saham lain justru mencatat penguatan signifikan sehingga menunjukkan divergensi performa sektor‑sektor tertentu di tengah dinamika makro dan aksi ambil untung menjelang libur panjang. (Warta Ekonomi)

Kilang berita ini juga menggarisbawahi tekanan yang lebih luas di sektor pertambangan dan jasa konstruksi, di mana saham HILL saat ini berada di bawah tekanan struktural yang lebih panjang dibandingkan indeks pasar secara keseluruhan. Aktivitas penjualan oleh pemegang saham pengendali Hillcon Equity Management dan tren penurunan harga yang panjang mencerminkan kekhawatiran investor akan prospek jangka pendek. (Banjarhits)

About The Author