Rimau Group Bakal Akuisisi 80% Saham GRPM, Analis Cermati Dampak dan Sentimen Pasar

GRPM
  • Rimau Group melalui anak usahanya menandatangani term sheet untuk mengakuisisi sekitar 80% saham GRPM, transaksi masih menunggu due diligence dan persetujuan regulator.
  • Kabar akuisisi memicu perhatian pasar terhadap saham GRPM di tengah pergerakan IHSG yang fluktuatif dan beragam pandangan analis soal valuasi.
  • Pelaku pasar menantikan finalisasi perjanjian definitif, persetujuan OJK/BEI, serta strategi bisnis GRPM pasca perubahan pengendali sebagai katalis berikutnya.

Rimau Group, melalui anak usahanya PT Tunas Binatama Lestari (TBL), memicu gelombang perhatian di lantai Bursa Efek Indonesia dengan rencana akuisisi mayoritas saham PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM). Dalam keterbukaan informasi terbaru, kedua belah pihak telah menandatangani term sheet mengenai pengalihan sekitar 1,236 miliar saham atau setara ~80% dari total modal ditempatkan dan disetor GRPM, di mana PMUI akan melepas 1,091 miliar lembar dan Agus Susanto menjual 144 juta lembar saham kepada TBL. Kesepakatan ini masih bersifat non-binding dan bergantung pada proses due diligence, ketentuan internal masing-masing pihak, serta persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia. (IDN Financials)

Rencana akuisisi Rimau Group ini datang di tengah momentum pergerakan saham GRPM yang menarik perhatian investor ritel dan institusi. GRPM dikenal sebagai distributor resmi produk Coca-Cola dan sejumlah minuman konsumer cepat laku di pasar domestik, dan dalam beberapa bulan terakhir harga sahamnya telah mencatat penguatan signifikan dari level rendah, mencerminkan minat pasar yang tinggi terhadap emiten tersebut bahkan sebelum adanya kabar akuisisi. (emitennews)

Meskipun demikian, data konsensus analis terhadap harga wajar saham GRPM menunjukkan rentang target yang beragam dan tanpa konsensus kuat pada harga tertentu, yang bisa mencerminkan ketidakpastian fundamental pasar, terutama menjelang konfirmasi penuh rencana akuisisi. Bahkan beberapa data pemantauan harga memperlihatkan upside/downside relatif terhadap target analis yang beragam, mencerminkan sikap beragam dari komunitas analis terhadap valuasi saham ini di pasar saat ini. (investing)

Para analis pasar juga mencatat bahwa situasi makro-sektor bisa mempengaruhi sentimen terhadap transaksi strategis seperti ini. Di sektor pertambangan, misalnya, ketidakpastian terkait kuota produksi batubara untuk 2026 menjadi sorotan, yang menurut beberapa analis bisa menimbulkan risiko bagi proyeksi pendapatan perusahaan tambang, sekaligus mempertebal kebutuhan selektivitas investasi di sektor terkait. (rimaugroup)

Dalam konteks pasar yang lebih luas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami volatilitas dalam beberapa hari terakhir karena kombinasi sentimen global dan domestik. Sebelum berita akuisisi ini mengemuka, IHSG sempat mencatat penguatan yang cukup kuat di awal minggu, didorong oleh saham-saham berkapitalisasi besar yang memimpin reli pasar. Pergerakan pasar secara keseluruhan ini memberikan latar bagi aksi korporasi besar seperti rencana akuisisi GRPM. (HarianBasis)

Kendati belum ada rekomendasi resmi dari sekuritas ternama terkait saham GRPM pasca rencana akuisisi ini, beberapa pedagang teknikal mencatat bahwa pergerakan saham GRPM menunjukkan beberapa sinyal buy berdasarkan indikator teknikal jangka pendek, meskipun analis fundamental tetap berhati-hati karena prospek transaksi ini belum final. (TradingView)

Ke depan, pelaku pasar dan trader akan mengamati sejumlah catalyst utama yang berpotensi mempengaruhi arah saham GRPM dan saham lain sejenis. Pertama adalah finalisasi due diligence dan penandatanganan perjanjian definitif antara pihak Rimau Group dan pemegang saham GRPM. Selain itu, persetujuan dari regulator seperti OJK dan BEI akan menjadi titik perhatian besar, terutama mengingat ukuran transaksi ini dan potensi perubahan pengendalian entitas publik. Trader juga akan mencermati perkembangan prospek kinerja GRPM pasca akuisisi, terutama rencana ekspansi distribusi dan target pertumbuhan organik yang sebelumnya telah diumumkan perusahaan. (bcasekuritas)

About The Author