RMK Energy (RMKE) Sisakan Dana Buyback Rp 190 Miliar, Saham Melejit di Tengah Revisi Target Analis dan Momentum Pasar

rmk
  • RMK Energy (RMKE) sisakan dana buyback Rp 190 miliar, mendorong saham melejit di BEI.
  • Beberapa analis, termasuk Sinarmas Sekuritas dan Ajaib Sekuritas, merevisi target harga naik dan mempertahankan rekomendasi buy.
  • Investor memantau realisasi buyback penuh, capaian volume operasional 2026, serta dinamika harga batubara global sebagai katalis berikutnya.

Saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) kembali menjadi sorotan pelaku pasar modal setelah emiten jasa logistik batu bara ini melaporkan sisa dana buyback saham sebesar sekitar Rp 190,10 miliar dari total alokasi Rp 200 miliar, usai realisasi pembelian kembali 2,37 juta saham senilai hampir Rp 9,9 miliar hingga pertengahan Februari 2026. Manajemen mencatat buyback ini dilakukan sejak 2 Februari lalu sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat struktur permodalan dan memberikan sinyal kepercayaan kepada investor terhadap prospek jangka menengah perusahaan. (IDN Financials)

Aksi korporasi buyback tersebut beriringan dengan performa saham RMKE yang terus menunjukkan momentum positif di Bursa Efek Indonesia. Pada perdagangan terakhir, harga saham RMKE ditutup menguat, memperkuat tren reli yang telah berlangsung sejak awal tahun 2026. Lonjakan ini mencerminkan respons pasar terhadap langkah-langkah strategis perseroan di tengah dinamika industri batubara dan logistik. (IDN Financials)

Pergerakan saham RMKE tidak terjadi dalam hampa sentimen pasar. Beberapa rumah sekuritas melakukan penyesuaian pada proyeksi harga saham dan rekomendasi mereka. Sinarmas Sekuritas, misalnya, meningkatkan target harga saham RMKE menjadi Rp 10.000 per lembar sambil mempertahankan rekomendasi buy, mencerminkan keyakinan analis terhadap fundamental dan potensi pertumbuhan volume operasi perusahaan pada 2026–2027. Revisi target ini didorong oleh realisasi volume bongkar batubara yang lebih tinggi dari perkiraan serta panduan manajemen untuk mencapai 15 juta ton pada 2026 dan kemungkinan menembus 20 juta ton pada 2027. (TradingView)

Tidak hanya Sinarmas Sekuritas, analis dari Ajaib Sekuritas dan Kiwoom Sekuritas juga melontarkan ekspektasi positif dengan target harga saham RMKE di kisaran Rp 12.000–13.100, juga merekomendasikan buy berdasarkan visi pertumbuhan jangka panjang dan kekuatan model bisnis kontrak jangka panjang serta kapasitas infrastruktur yang besar. (kontan)

Konteks pasar saham Indonesia secara lebih luas turut mendukung sentimen terhadap saham-saham berkapitalisasi kecil dan menengah seperti RMKE. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan signifikan di sesi perdagangan terbaru, bertahan di zona hijau dengan kenaikan hampir 0,9 persen mengikuti penguatan bursa regional serta momentum sektor energi dan siklikal yang menguat. Pergerakan positif IHSG memberikan ruang yang lebih nyaman bagi saham-saham non‑blue chip untuk melanjutkan aksi akumulasi. (kontan)

Selain aksi buyback dan revisi target analis, sejumlah katalis korporasi dan makro pun menjadi fokus perhatian investor. Pemberlakuan larangan angkutan batubara melalui jalan umum di Provinsi Sumatera Selatan dipandang memperkuat permintaan terhadap solusi logistik berbasis rel dan pelabuhan, di mana RMKE berada pada posisi unggul. Di sisi lain, indeks free float saham di pasar modal juga menjadi perhatian otoritas yang mendorong reformasi pasar, dengan potensi dampak terhadap likuiditas saham‑saham seperti RMKE. (kontan)

About The Author