RMKE Diprediksi Bergerak Variatif di Premarket Setelah Pengumuman Buyback dan Revisi Target Analis

RMKE

Upcoming Trading Date: Jakarta 11 Februari 2026

  • Saham RMKE ditutup naik +1,21% ke Rp4.180 dan dipantau bergerak variatif di premarket jelang perdagangan Rabu, 11 Februari 2026.
  • Sentimen didorong rencana buyback Rp200 miliar serta kenaikan target harga analis hingga Rp10.000–Rp12.000 dengan rekomendasi beli.
  • Investor mencermati kelanjutan aksi buyback, kinerja operasional terbaru, serta pergerakan IHSG dan harga batubara sebagai katalis berikutnya.

Menjelang sesi perdagangan hari Rabu, 11 Februari 2026, saham PT RMK Energy Tbk (kode: RMKE) dipantau bergerak variatif di peringkat premarket di Bursa Efek Indonesia setelah rencana aksi korporasi dan sentimen analis terbaru yang mempengaruhi dinamika harga. Menyusul keterbukaan informasi baru dari perseroan dan perubahan konteks pasar akhir-akhir ini, investor tampak mencermati momentum teknikal serta prospek fundamental jangka menengah.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 10 Februari 2026, saham RMKE ditutup di level Rp4.180 per saham, meningkat +1,21% dibandingkan penutupan sebelumnya pada Rp4.130. Data historis menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam dalam beberapa minggu terakhir, termasuk kenaikan besar dan koreksi signifikan dalam beberapa hari perdagangan terakhir.(Investing)

Sementara itu di perdagangan after-hours dan premarket sehari berikutnya (11 Februari 2026), indikator awal menunjukkan saham RMKE menunjukkan perdagangan yang cenderung stagnan dengan volatilitas yang masih tinggi, menandakan ketidakpastian sentimen jangka pendek yang kuat meski potensi buyback saham terus menjadi faktor penarik minat pasar. Belum ada angka resmi after-hours yang dipublikasikan secara lengkap, namun data indeks prapembukaan mencerminkan adanya minat beli yang moderat.

Sentimen positif pada saham RMKE akhir-akhir ini sebagian besar tertopang oleh pengumuman perseroan soal rencana pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp200 miliar yang akan dilaksanakan dari 2 Februari hingga 1 Mei 2026, yang disampaikan melalui keterbukaan informasi resmi ke OJK dan BEI. Strategi buyback ini dipandang dapat memperkuat struktur modal sekaligus memberi dukungan teknikal terhadap harga saham di tengah volatilitas pasar modal secara lebih luas.(BCA sekuritas)

Selain itu, sejumlah lembaga analis pasar modal juga mengerek target harga dan mempertahankan rekomendasi positif terhadap RMKE dalam beberapa riset terbaru. Sebagai contoh, Sinarmas Sekuritas menaikkan target harga RMKE menjadi Rp10.000 per saham, sementara Ajaib Sekuritas bahkan menyampaikan target hingga Rp12.000 dengan rekomendasi buy, mencerminkan optimisme atas visibilitas pertumbuhan pendapatan dan ekspansi kapasitas logistik batubara perusahaan.(BCA Sekuritas)

Kenaikan target harga ini terjadi di tengah penguatan fundamental RMKE yang tercermin dari integrasi jalur hauling dan peningkatan konektivitas operasional yang menjadi basis utama pendapatan logistik batubara perseroan di 2026. Secara historis, saham RMKE sempat mencatat lonjakan spektakuler sepanjang 12 bulan terakhir sebelum mengalami koreksi dari puncak tertingginya, namun secara tahunan masih menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa.(VOI)

About The Author