RMKE Realisasikan Buyback 2,3 Juta Saham, Saham Energi Ini Diproyeksikan Naik Lagi
Buyback yang diputuskan melalui otorisasi Direksi pada akhir Januari lalu mencerminkan upaya manajemen untuk menyerap saham di pasar reguler dalam periode 2 Februari sampai 1 Mei 2026, sebagaimana diungkapkan dalam prospektus yang disampaikan RMKE kepada OJK dan BEI. Batas maksimal pembelian tidak melebihi 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh perusahaan, dengan total anggaran hingga Rp 200 miliar. (pasardana)
Langkah RMKE ini datang di tengah suasana pasar yang menantang, dengan tekanan arus keluar investor asing yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurut data BEI, hingga awal Februari IHSG sempat terkoreksi, walaupun likuiditas pasar masih terjaga kuat. Tekanan tersebut membuat sejumlah emiten mencari cara untuk meningkatkan daya tarik saham di tengah sentimen negatif makro. (economyokezone)
Sentimen positif dari buyback saham RMKE juga semakin relevan jika dilihat dari tren fundamental perusahaan. RMKE, yang bergerak di jasa logistik batubara dan operasi hauling road, mencatat penguatan signifikan pada awal 2026 setelah dikaitkan dengan aktivitas akumulasi oleh broker dan investor institusi yang menikmati momentum pasca integrasi infrastruktur hauling road baru dan potensi kenaikan volume jasa angkut batubara. (pasardana)
Dari sisi analis, konsensus data harga target menunjukkan pandangan yang optimis terhadap prospek saham RMKE dalam jangka menengah ke panjang. Menurut agregator pasar, beberapa analis merekomendasikan rating “Strong Buy” dengan target rata‑rata harga saham di atas Rp 10.000 dalam 12 bulan ke depan, mencerminkan upside yang signifikan dari level harga saat ini. Proyeksi ini menunjukkan kepercayaan analis terhadap potensi pertumbuhan pendapatan dan kinerja RMKE, meskipun pasar saham secara umum menghadapi tekanan. (investing)
Namun, perlu dicatat bahwa target analis bisa bervariasi, dan sebagian rekomendasi awal sebelumnya sempat memasang price target konservatif yang lebih rendah terhadap saham RMKE. Berbeda pandangan ini mencerminkan risiko pasar serta ketidakpastian harga komoditas yang terus bergolak di pasar global dan domestik. (investing)
Secara keseluruhan, realisasi buyback 2,3 juta saham RMKE pada harga rerata Rp 4.160 memberikan sinyal ke pasar bahwa manajemen siap mendukung stabilitas harga saham di tengah fluktuasi pasar, di samping sentimen fundamental yang membaik. Untuk pelaku pasar dan trader, fokus berikutnya akan tertuju pada rilis kinerja kuartal I‑2026 serta update volume kontrak hauling road baru, yang dipandang sebagai katalis utama setelah buyback ini, sekaligus arah harga komoditas batubara yang menjadi penentu margin RMKE ke depan. (Petromindo)