RUPS BABY Sepakati Rencana Akuisisi Emway dan Rights Issue, Saham Bergerak di Tengah Sentimen Pasar Lebih Luas

BABY
  • RUPS PT Multitrend Indo Tbk (BABY) menyetujui akuisisi PT Emway Globalindo senilai sekitar Rp269,9 miliar dan rights issue sekitar 238,57 juta saham.
  • Rights issue berpotensi menghimpun dana sekitar Rp140,75 miliar untuk mendukung akuisisi dan ekspansi bisnis produk bayi dan anak.
  • Pasar kini menanti efektivitas rights issue, potensi dilusi saham, serta kontribusi Emway terhadap kinerja keuangan BABY ke depan.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Multitrend Indo Tbk (BABY) pada Kamis (12/2/2026) menyetujui rangkaian aksi korporasi strategis yang mencuri perhatian pelaku pasar modal Indonesia. Dalam pertemuan yang digelar di Gedung Menara Era, Senen, Jakarta, pemegang saham memberikan restu kepada manajemen untuk melanjutkan rencana akuisisi PT Emway Globalindo dan melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue), langkah yang dipandang sebagai sinyal kuat ekspansi perseroan di tengah persaingan industri ritel produk bayi dan anak. (idxchannel)

RUPS yang dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 50,09% modal yang dikeluarkan itu juga mengamanatkan wewenang kepada direksi untuk menentukan porsi saham baru dan harga pelaksanaan rights issue. Dalam rangkaian aksi ini, BABY berencana menerbitkan sekitar 238,57 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp590 per saham, yang diperkirakan akan menghasilkan dana sekitar Rp140,75 miliar untuk mendukung pembiayaan akuisisi dan modal kerja. Blooming Years Pte. Ltd., pemegang saham utama, telah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan haknya termasuk melalui skema inbreng. (FAC Sekuritas)

Akuisisi terhadap Emway, distributor perlengkapan dan mainan anak dengan jaringan distribusi kuat di Indonesia, dipandang akan memperluas portofolio bisnis BABY dan menambah dimensi baru dalam ekosistem produk bayi dan anak yang selama ini digarap melalui berbagai merek dan saluran omnichannel. Transaksi ini diperkirakan bernilai sekitar Rp269,9 miliar dan akan menjadikan BABY sebagai pemegang kendali atas Emway setelah seluruh persetujuan pemegang saham dan persyaratan regulator terpenuhi. (pintarsaham)

Sentimen atas aksi korporasi ini muncul di tengah dinamika pasar yang lebih luas, di mana IHSG dan sejumlah sektor mencatat pergerakan harga saham yang variatif akibat pengumuman corporate action dan data makro yang memengaruhi selera risiko investor. Analis pasar modal mencatat bahwa langkah hak memesan efek terlebih dahulu selaras dengan tren emiten-emiten lain yang mencari pendanaan non-bank untuk ekspansi, meskipun respon pasar terhadap rights issue bisa beragam tergantung pada persepsi valuasi dan potensi dilusi. (PT.Kontan Grahanusa Mediatama)

Dari sisi analis, memang ada keterbatasan riset konsensus untuk BABY dibandingkan emiten besar lainnya, namun data harga saham terkini memperlihatkan volatilitas yang lebih tinggi dibandingkan mayoritas saham BEI. Beberapa sumber pasar menyebut bahwa proyeksi teknikal menunjukkan sinyal buy jangka menengah berdasarkan rata-rata pergerakan, meskipun itu bukan rekomendasi resmi analis institusional. Selain itu, sejumlah platform investasi mencatat target harga analis yang optimis, dengan satu referensi menyebut potensi target Rp5.200, meskipun rekomendasi tersebut belum mewakili konsensus pasar yang luas. (referstock)

Pengumuman tersebut disampaikan bersamaan dengan pergantian susunan dewan komisaris, di mana Hasan Sameer Abdulla Ahmed Alshuwaikh diangkat sebagai Komisaris Utama BABY menggantikan Alptekin Diler, serta penambahan Nigel Tham sebagai komisaris baru, yang mencerminkan langkah restrukturisasi tata kelola di tengah rencana pertumbuhan. (idxchannel)

About The Author