Saham BBYB Dipantau Ketat di Sesi Pra-Pasar Setelah Aksi Kepemilikan dan Review Analis

BBYB

Upcoming Trading Date: Jakarta Rabu, 11 Februari 2026

  • Saham BBYB ditutup naik +4,42% ke Rp378 dan berpotensi melanjutkan penguatan di sesi pra-pasar jelang perdagangan Rabu, 11 Februari 2026.
  • Aksi penambahan kepemilikan oleh investor strategis serta target harga analis yang masih di atas harga pasar menopang sentimen positif.
  • Pelaku pasar menantikan laporan keuangan kuartal I/2026 dan potensi revisi rekomendasi analis sebagai katalis pergerakan berikutnya.

Menjelang perdagangan saham pada hari Rabu, 11 Februari 2026, saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) diperkirakan akan menjadi salah satu fokus utama pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah sejumlah berita korporasi dan sentimen analis terbaru mencuat di sesi akhir perdagangan. Menyusul aksi tambah kepemilikan oleh investor strategis dan perubahan opini analis, harga BBYB menunjukkan pergerakan yang cukup signifikan dalam pre-market trading dibandingkan dengan penutupan sesi reguler pekan lalu.

Pada penutupan perdagangan terakhir, saham BBYB ditutup di level IDR 378 per saham, naik sekitar +4,42% dari penutupan sebelumnya sebesar IDR 362, menandakan minat beli yang kembali muncul di akhir minggu lalu. Data perdagangan menunjukkan rentang harian antara IDR 362 hingga 378, dengan volume yang masih mencerminkan aktivitas pasar yang cukup aktif.(IDFinancial)

Namun, dalam sesi after-hours dan pre-market memasuki akhir pekan, indikasi awal harga menunjukkan kecenderungan lebih lanjut menguat, didorong oleh kabar bahwa PT Gozco Capital terus meningkatkan porsi investasinya di BBYB. Dalam laporan kepemilikan terbaru, Gozco Capital menambah porsi sahamnya sebanyak 207 juta lembar dengan nilai transaksi sekitar Rp98,12 miliar, sehingga persentase kepemilikan kini meningkat signifikan. Pernyataan dari Direktur Utama BBYB mengungkapkan bahwa dukungan dari pemegang saham strategis ini memperkuat keyakinan pasar terhadap arah bisnis bank digital ini.(Neraca)

Di sisi analis, konsensus target harga untuk BBYB masih memiliki ruang potensial naik dalam jangka menengah. Menurut data analyst consensus, BBYB memiliki average price target sekitar IDR 597,50, dengan estimasi tertinggi mencapai IDR 1.000 dan terendah IDR 400, menunjukkan adanya potensi upside lebih dari +58% dari harga penutupan terbaru. Pendapat analis turut mencatat beberapa rating action sebelumnya, termasuk penyesuaian target oleh UOB Kay Hian yang menurunkan rekomendasi dari Buy menjadi Hold dengan target IDR 520, serta Danareksa yang juga menurunkan target menjadi IDR 400.(MarketScreener)

Pergerakan BBYB ini juga terjadi dalam konteks yang lebih luas, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan momentum positif. IHSG sempat mencetak rekor tertinggi baru dalam beberapa minggu terakhir, mencatat kenaikan lebih dari +0,4% pada beberapa sesi perdagangan, yang mencerminkan sentimen instrumen keuangan domestik yang relatif kuat. Penguatan indeks ini dipengaruhi oleh minat investor terhadap saham perbankan digital dan sektor teknologi yang terus mendapatkan perhatian pasar.(Bloomberg)

About The Author