Saham DEWA Terkerek 13,91% Sejak Buyback dan Dana Terserap 86,21%, Analis Optimis Hadapi Pasar yang Bergejolak
- Saham DEWA naik 13,91% sejak program buyback dimulai, dengan dana terserap 86,21% dari total alokasi Rp950 miliar.
- Sejumlah analis mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga hingga Rp1.500, mencerminkan potensi kenaikan signifikan.
- Pasar kini menanti penyelesaian buyback, rilis laporan keuangan terbaru, serta perkembangan kontrak dan prospek sektor pertambangan sebagai katalis berikutnya.
Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) kembali mencuri perhatian pelaku pasar modal Indonesia setelah aksi pembelian kembali (buyback) saham yang dilaksanakan sejak awal Desember 2025 berhasil mengerek harga saham sebesar 13,91% dari titik awal program. Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada perdagangan 12 Februari 2026, manajemen mengumumkan bahwa dari total dana alokasi buyback sebesar Rp950 miliar, dana yang telah terserap mencapai 86,21% atau sekitar Rp819 miliar dengan realisasi pembelian kembali 1,42 miliar saham sejak program dimulai pada 10 Desember 2025. Akibatnya, saham DEWA yang sebelumnya terkoreksi dan bergerak volatil kini menunjukkan tren penguatan yang signifikan di pasar reguler Bursa Efek Indonesia.(IDNFinancials)
Manajemen DEWA, melalui Direktur Mukson Arif Rosyidi, menyatakan bahwa aksi buyback tersebut berjalan sebanyak enam kali dalam berbagai tingkatan harga, dengan rata-rata harga pembelian di kisaran Rp597,5 per saham. Pada perdagangan terakhir yang dilaporkan, saham DEWA ditutup menguat Rp60 menjadi Rp565 per saham, menunjukkan respons positif pasar terhadap aksi korporasi yang bertujuan menjaga stabilitas harga saham serta memberikan kepercayaan tambahan kepada investor di tengah kondisi pasar yang bergejolak.(IDNFinancials)
Latar belakang aksi buyback ini terjadi setelah DEWA mengalami tekanan harga di akhir 2025 dan awal 2026, namun berhasil memanfaatkan momentum ini untuk mengurangi jumlah saham di pasar dan memperkuat sinyal ke pasar bahwa manajemen percaya pada prospek jangka menengah perusahaan. Sentimen ini sekaligus memperkuat minat investor institusional dan ritel di tengah fase volatilitas pasar yang juga dipengaruhi oleh dinamika global dan domestik.
Imbas positif dari buyback juga tercermin dalam pandangan analis. Beberapa sekuritas terkemuka memperbarui target harga dan rekomendasi mereka untuk saham DEWA, dengan UOB Kay Hian Sekuritas menetapkan rating Buy dan target harga ambisius di Rp1.500 per saham, menunjukan ekspektasi kenaikan lebih dari dua kali lipat dibandingkan harga saat ini. Target ini didasarkan pada ekspektasi peningkatan kinerja operasional dan pertumbuhan pendapatan di sektor jasa kontraktor pertambangan, selain perubahan struktur modal melalui buyback yang dinilai strategis.(indopremier)
Data konsensus analis juga menunjukkan sentimen optimis terhadap saham DEWA, dengan average target harga analis pada kisaran Rp1.128 dalam 12 bulan ke depan, lengkap dengan rekomendasi Strong Buy dari beberapa bank investasi. Estimasi tertinggi pun menyentuh hampir Rp1.500, mencerminkan keyakinan pasar bahwa saham ini masih memiliki upside potensial meski volatilitas tetap tinggi.(investing)
Konteks pasar yang lebih luas pada periode ini juga penting dicermati. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mencatatkan pergerakan fluktuatif di awal 2026, menanggapi sentimen global yang beragam serta fokus investor pada aksi korporasi domestik dan data fundamental. Sektor pertambangan dan energi, termasuk saham-saham seperti BUMI, turut menjadi fokus investor dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, menandakan aliran modal yang berpindah sesuai prioritas risiko dan peluang masing-masing sektor.(investing)
Namun di tengah optimisme tersebut, pelaku pasar tetap memperhatikan sejumlah risiko administratif dan operasional. Bursa Efek Indonesia pernah mencatat Notasi L pada DEWA akibat keterlambatan penyampaian laporan keuangan kuartal sebelumnya, sehingga menjadi perhatian tersendiri bagi investor institusional yang mengutamakan disiplin pelaporan keuangan.(suara)