Saham Elnusa (ELSA) Jadi Sorotan Jelang Perdagangan Selasa Setelah Rilis Kinerja 2025
Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) diperkirakan menjadi salah satu emiten yang diperhatikan investor menjelang sesi perdagangan Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 10 Maret 2026, setelah perusahaan jasa energi tersebut merilis laporan kinerja tahun buku 2025 yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan namun dengan kenaikan laba yang relatif terbatas. Publikasi laporan keuangan tersebut memicu kembali diskusi di kalangan analis dan pelaku pasar mengenai valuasi serta prospek jangka menengah emiten yang menjadi bagian dari ekosistem Pertamina tersebut.
Pada penutupan perdagangan terakhir, saham ELSA berada di level Rp840 per saham, turun sekitar 0,59% dibandingkan sesi sebelumnya. Tidak terdapat perubahan signifikan dalam perdagangan setelah jam bursa, sehingga harga after-hours tetap berada di sekitar level penutupan tersebut menjelang perdagangan berikutnya. Pergerakan ini terjadi setelah periode volatilitas tinggi dalam beberapa minggu terakhir, ketika saham ELSA sempat mencatat reli signifikan sejak awal tahun sebelum akhirnya mengalami fase konsolidasi harga. (id.tradingview)
Sentimen terbaru datang dari laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi dan berbagai laporan media. Berdasarkan laporan tersebut, Elnusa mencatatkan pendapatan sebesar sekitar Rp14,49 triliun pada tahun 2025, meningkat sekitar 8,25% dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp13,39 triliun. Namun demikian, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hanya naik tipis menjadi Rp718,4 miliar, meningkat sekitar 0,66% secara tahunan. (databoks.katadata)
Kenaikan pendapatan tersebut terutama didorong oleh aktivitas jasa distribusi dan logistik energi serta layanan hulu migas yang terus berkembang seiring peningkatan aktivitas industri energi nasional. Namun, pertumbuhan laba yang relatif terbatas dipengaruhi oleh kenaikan beberapa komponen biaya operasional dan beban usaha selama periode tersebut. (emitennews)
Manajemen Elnusa menyebutkan bahwa kinerja tersebut merupakan hasil dari strategi transformasi bisnis perusahaan yang menitikberatkan pada peningkatan kapabilitas teknologi, efisiensi operasional, dan penguatan portofolio layanan energi. Perusahaan juga menekankan pentingnya sinergi dengan grup Pertamina dalam memperluas peluang kontrak di sektor jasa hulu migas dan distribusi energi. (katadata)
Dari sisi analis, pandangan terhadap valuasi saham ELSA masih beragam. Data konsensus menunjukkan target harga rata-rata analis sekitar Rp550 per saham dengan rekomendasi yang cenderung positif, meskipun harga pasar saat ini berada di atas estimasi tersebut setelah reli signifikan selama setahun terakhir. Secara valuasi, saham ELSA diperdagangkan pada rasio price-to-earnings sekitar 8–9 kali berdasarkan laba 2025, lebih rendah dibandingkan rata-rata perusahaan sejenis di sektor energi. (idnfinancials)
