Saham PSAB Turun 4,50% Usai Finalisasi Divestasi Doup, Investor Nilai Ulang Prospek Pertumbuhan
- Saham PSAB turun 4,50% ke Rp530 pada Rabu, 18 Maret 2026, dipicu sentimen pasca divestasi tambang emas Doup.
- Analis tetap beri rating “trading buy” dengan target Rp600–Rp670, namun pasar masih wait and see terhadap strategi penggunaan dana.
- Investor menunggu katalis berikutnya, terutama rencana ekspansi, kinerja produksi, dan pergerakan harga emas global.

Saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (IDX: PSAB) ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 18 Maret 2026, seiring berlanjutnya respons pasar terhadap dampak pasca divestasi proyek tambang emas Doup yang telah resmi diselesaikan pada Februari lalu. Sentimen tersebut mendorong investor untuk mengevaluasi ulang prospek jangka panjang perseroan di tengah perubahan struktur aset yang signifikan.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, saham PSAB ditutup turun sebesar 4,50% ke level Rp530, dibandingkan harga penutupan sebelumnya di Rp555. Sepanjang sesi perdagangan, saham ini bergerak dalam rentang Rp530 hingga Rp590, mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi di tengah tekanan jual yang dominan. Bursa Efek Indonesia tidak mengenal sesi after-hours seperti di pasar Amerika Serikat, namun indikasi dari transaksi di luar pasar reguler menunjukkan pergerakan relatif terbatas setelah penutupan, dengan perubahan harga yang cenderung tidak signifikan. (investing)
Tekanan terhadap saham PSAB terutama dipicu oleh perkembangan finalisasi divestasi saham PT Arafura Surya Alam (ASA), entitas yang mengelola proyek tambang emas Doup di Sulawesi Utara. Dalam keterbukaan informasi perusahaan, manajemen mengonfirmasi bahwa transaksi senilai sekitar USD540 juta atau setara Rp8,8 triliun telah rampung pada 11 Februari 2026, sehingga perseroan tidak lagi memiliki kepemilikan atas proyek tersebut. (emitennews)
Dari perspektif analis, aksi korporasi ini memberikan dampak yang beragam. Di satu sisi, dana segar hasil divestasi memperkuat posisi kas dan memungkinkan perusahaan untuk memperbaiki struktur permodalan melalui pengurangan utang. Namun di sisi lain, pelepasan aset Doup yang sebelumnya diproyeksikan menjadi kontributor produksi utama justru mengurangi cadangan emas dan potensi pertumbuhan produksi jangka panjang. (TradingView)
Sejumlah laporan riset terbaru masih mempertahankan pandangan positif secara selektif terhadap PSAB. Analis merekomendasikan “trading buy” dengan target harga di kisaran Rp600 per saham, sementara proyeksi lain menempatkan target di rentang Rp630 hingga Rp670, mencerminkan potensi kenaikan apabila strategi pasca-divestasi dapat dieksekusi dengan baik. Meski demikian, investor cenderung bersikap wait and see hingga terdapat kejelasan lebih lanjut terkait arah penggunaan dana hasil transaksi tersebut. (TradingView)
Pergerakan saham PSAB juga terjadi di tengah kondisi pasar yang relatif kondusif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat sekitar 1,20% pada hari yang sama, didorong oleh penguatan saham-saham berkapitalisasi besar dan sentimen global yang lebih stabil. Namun, tekanan pada harga emas dunia yang turun sekitar 0,55% turut memberikan sentimen negatif bagi saham berbasis komoditas emas seperti PSAB. (investing)