WSBP Suplai Beton untuk Proyek Irigasi Modular Cibaliung, Analis Soroti Prospek Kontrak Baru di Tengah Sentimen Bursa
- WSBP menyuplai beton precast untuk Proyek Irigasi Modular Cibaliung, memperkuat portofolio kontrak infrastruktur perseroan.
- Analis menyoroti potensi kontrak baru dan perbaikan operasional, meski volatilitas saham dan tekanan fundamental masih membayangi.
- Pelaku pasar menantikan laporan keuangan terbaru serta realisasi target kontrak 2026 sebagai katalis pergerakan saham selanjutnya.
Saham PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) mendapatkan sorotan baru di Bursa Efek Indonesia setelah perseroan kembali dipercaya untuk menyuplai beton precast pada proyek Proyek Irigasi Modular Cibaliung di Banten Selatan, sebuah bagian dari pengembangan infrastruktur sumber daya air yang dinilai strategis untuk ketahanan pangan dan pertanian nasional. Informasi awal tentang keterlibatan WSBP dalam proyek ini muncul di platform pasar modal lokal, yang mencatat peningkatan aktivitas kontraktual perusahaan di awal tahun perdagangan. (Stockbit)
Pergerakan ini datang setelah sejumlah berita korporasi penting yang mempengaruhi sentimen investor terhadap WSBP. Baru-baru ini, manajemen perseroan telah memproyeksikan nilai kontrak baru yang lebih agresif untuk tahun 2026, dengan target berkisar di sekitar Rp2,6 triliun, didorong oleh strategi efisiensi operasional dan peningkatan kompetisi dalam tender proyek BUMN maupun swasta. Target ini dijelaskan oleh Direktur Utama WSBP dalam paparan publik perseroan, meskipun belum semua rincian kontrak spesifik diumumkan. (kontan)
Dari sisi pasar modal, harga saham WSBP diperdagangkan pada level sekitar Rp21–22 per saham pada sesi terakhir, dengan kapitalisasi pasar di kisaran Rp1,15 triliun menurut data TradingView dan Investing.com. Saham ini telah mengalami volatilitas tinggi dalam 52 minggu terakhir dengan rentang harga dari Rp11 sampai Rp39, mencerminkan sentimen yang berubah-ubah terhadap fundamental perusahaan. (investing)
Sejumlah analis pasar memberikan pandangan campuran terhadap saham WSBP. Laporan riset dari IPOT News menunjukkan bahwa sejumlah analis, termasuk dari Samuel Sekuritas, masih memberikan rekomendasi “Buy” terhadap saham perusahaan dengan mempertimbangkan potensi kontrak pemerintah dan perbaikan struktur operasional pasca restrukturisasi utang. Walau begitu, sinyal teknikal jangka pendek dalam beberapa platform grafik menunjukkan tekanan jual, sehingga investor dinilai perlu berhati-hati dalam menilai momentum pasar saat ini. (ipotnews)
Kinerja saham WSBP juga berada dalam konteks yang lebih luas di bursa, di mana sektor konstruksi masih mencatat pergerakan positif. Emiten-emiten konstruksi seperti ADHI dan PTPP tercatat menguat sejak awal tahun di tengah optimisme kontrak baru dan proyek pemerintah. Pada periode tertentu, saham WSBP bahkan sempat mencatatkan penguatan signifikan, meskipun tetap berada di papan pemantauan khusus BEI. (katadata)
Meski demikian, tantangan fundamental tetap ada. Laporan keuangan perseroan mencatat beberapa periode rugi bersih, mencerminkan tekanan marjin dan beban hutang yang masih menjadi fokus manajemen. Ini juga menjadi salah satu indikator yang dianalisis pelaku pasar ketika menilai valuasi WSBP dibandingkan peers di sektor material konstruksi. (waskitaprecast)